Kukuh Setiawan. Gambar tema oleh centauria. Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 01 November 2013

Ada buku judulnya : "JANGAN BELI UNIT LINK , kalau.................".

    0


Ada yg bilang lebih murah beli program Stand Alone, premi hangus. Pendapat itu benar, tidak salah.
Ada yang bilang, lebih baik investasi di instrumen reksadana (sekuritas), Itu benar, tidak salah.
Yang beli unit link, juga benar tidak salah.
Semua kembali kepada kebutuhan , karakter / profil resiko , strategi pengelolaan resiko dan besaran aset Nasabah.

Program Stand Alone (beli putus) , pasti lebih murah, namun harus bayar premi seumur hidup (selama menjadi Tertanggung). Tidak ada nilai investasi, dan program ini biasanya bukan program kombinasi. Beli polis Rawat inap tersendiri, beli polis kecelakaan tersendiri, beli polis kematian tersendiri , beli polis Sakit Kritis tersendiri.

Program Unit Link , program kombinasi beragam manfaat (Rawat Inap + Sakit Kritis+ Kecelakaan + Cacat + Bebas Premi + Meninggal) , semua dalam 1 polis.
Karena ada unsur Investasinya, maka masa bayar bisa 5-10 tahun saja, dan timbul konsekuensinya, yaitu pos Biaya Akuisisi, selain Biaya Asuransi.

Berinvestasi tanpa PROTEKSI ibarat rumah tanpa pondasi.
Bagi yang sudah melek Investasi....dan profit yang didapat dari hasil berinvestasi, sisihkan 10-20% dari profit tsb untuk dikonversi ke Program Asuransi ber Unit Link.
Ketika resiko hidup datang, aset tetap aman.
Uang kecil tsb (10-20% dari profit) akan mencari uang pula untuk Anda.

Tidak ada komentar:
Write komentar

statistics

Translate

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *