Kukuh Setiawan. Gambar tema oleh centauria. Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 01 November 2013

Di awal-awal menekuni profesi baru sebagai AGEN ASURANSI

    0

TRUE STORY !!

Di awal-awal menekuni profesi baru sebagai AGEN ASURANSI, Ibu ini dibekali pesan untuk tiap hari bercerita kepada 2 orang tentang program perusahaan. Profesi lama sebagai Promotor / EO tetap dijalaninya bersamaan dengan profesi barunya.

Siapa yang tak mengenal F4 (Meteor Garden) , boy band asal Taiwan ? Konsernya di Indonesia, perusahaan pimpinan Ibu inilah yang menjadi promotornya.

Mengapa Ia bertekad kuat untuk berhasil dgn profesi barunya ?
Awalnya memang karena alasan Bisnis & sistim kompensasinya yang menjadi prioritas utama.

Kembali pada tugas utamanya sebagai pemula adalah bercerita kepada minimal 2 orang. Pada satu hari ketika makan malam di kawasan Kelapa Gading, sehabis makan dari sebuah rumah makan, Anak Ibu ini , melihat-lihat VCD,DVD yang digelar dan dijual pedagang emperan persis yang mangkal di depan rumah makan tsb.

Terobsesi akan kewajibannya untuk bercerita kepada min. 2 orang per hari, kebetulan hari itu masih kurang 1 orang lagi untuk bercerita.

Singkat cerita berceritalah Ibu ini kepada Bapak pedagang VCD emperan tersebut.
Suprise....... ternyata Bapak pedagang itu mau menjadi Nasabahnya dgn memiliki program yang diceritakan si Ibu.
Tentunya Ibu ini juga kaget campur senang, karena Ia tdk menyangka bahwa Bapak tersebut mau membeli , padahal Ibu ini hanya sekedar belajar bercerita untuk membiasakan diri setiap hari ketemu dan cerita kepada 2 orang.

Selang 8 bulan kemudian, Bapak ini kecelakaan motor dan akhirnya meninggal dunia.
Diuruslah segala hal terkait yang menjadi hak si Bapak Pedagang tsb.
Dijemputlah Istri dan kedua anak Almarhum oleh Ibu ini ke kantor perusahaan.
Istri Almarhumah kaget terharu , mengatakan " Apa tidak salah dengan jumlah uang ini. Suami saya baru menabung 8 bulan dikali lima ratus ribu, koq nilainya besar sekali ??"
Istri Almarhum mendapatkan santunan Rp 800 juta (rincian Santunan Meninggal Rp 400 juta + santunan Kecelakaan Rp 400 juta).

Ibu ini menjelaskan bahwa memang benar uang sebesar Rp 800 juta itu adalah hak Almarhum yang diwariskan kepada sang istri.
Ibu ini lalu berkata " Memang uang ini tidaklah dapat menggantikan keberadaan Bapak, tetapi semoga uang ini dapat menjadi pengganti tanggungjawab Bapak kepada keluarganya. Pergunakanlah uang ini dengan baik dan bijak, semoga Anak-anak mendapatkan pendidikan terbaiknya.
Dengan spontan, Istri Almarhum berlutut hendak mencium kaki si Ibu.......merasa bahwa tanpa diri si Ibu, entahlah bagaimana masa depan mereka sekeluarga.

Sejak kejadian tersebutlah, Ibu ini merasakan bahwa profesi barunya ini bukanlah sekedar urusan Bisnis dan Uang semata........ tetapi jauh lebih mulia dari itu......ini adalah masalah KEMANUSIAAN .
Pantaslah Ibu ini digelari Malaikat Tanpa Sayap.
Kita tak pernah tahu, TUHAN akan memakai tangan siapa untuk menolong sesama kita.
Lewat jalur profesi inilah, mungkin tangan-tangan kita yang dipakai TUHAN untuk menyelamatkan kehidupan banyak orang...
Insya Allah........

Tidak ada komentar:
Write komentar

statistics

Translate

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *