Kukuh Setiawan. Gambar tema oleh centauria. Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 07 Maret 2014

Berkat Yusuf tercurah. Amin

    0

Akhir - akhir ini, atau lebih tepatnya minggu ini saya benar - benar dihadapkan situasi paling mentantang seumur hidup. Dimana kalau sudah menyangkut uang persaudaraan bisa jadi tarohannya, menurut saya uang punya power untuk merusak dan sebaliknya membangun. Seperti halnya dengan api, ketika penggunaan api dengan intensitas yang tepat maka akan menjadikan sesuatu yang bermanfaat. Tapi juga bisa merusak, waspadailah hal itu.

Dan benar saya sudah bermain dengan api dengan jumlah besar, yang saya maksudkan adalah uang. Baiklah saya akan menceritakan sedikit background saya ketika bergelut di dunia uang ini. Saya saat ini seorang mahasiswa di unikom bandung, untuk mengisi waktu luang saya mengikuti berbagai seminar, terutama mengenai seminar entrepreneur . Saya sangat terobsesi dengan itu, oleh karena itu saya berusaha mengumpulkan dana dengan ikut salah satu ajakan teman menjadi agen prudential, karena saya lihat prospeknya sangat bagus yaitu asuransi nomor satu saat ini saya tidak ragu untuk join dan akhirnya mendapatkan beberapa nasabah. Tapi, hal itu tetap membuat saya melirik peluang - peluang usaha lainnya, seperti jualan jaket adidas nike, celana levis dan jasa web design. Dan dari itu semua lumayan membuat pundi - pundi dompet saya bertambah, lumayan dengan memanfaatkan sosial media dagangan saya laku dengan cepatnya. Begitu pula dengan web - web yang pesan, sangat lumayan bahkan pencapaian itu bisa saya bilang fantastis, lebih dari yang saya duga banyak pesanan dan makin menggendutkan rekening saya. Untuk menunjang bisnis saya, saya sampai membuat 4 rekening yang berbeda di bank terkenal di Indonesia, sebut saja BCA, BNI, BRI dan mandiri. Saya hanya ingin benar - benar menunjukkan profesionalitas, jadi ketika client mentransfer uang dapat dimudahkan memilih bank yang sesuai dengan yang mereka punya, sehingga tidak terkena charge potongan beda bank.

Di samping itu semua, saya adalah seorang yang gak mau diam. Alhasil saya kenal dengan seorang teman yang mengajak join investasi di perusahaan tempat dia bekerja dengan bunga yang cukup besar. Itu terjadi satu setengah tahun yang lalu #flashback. Akhirnya saya tergoda untuk invest, dan saya lihat prospeknya sangat bagus akhirnya saya mengajak keluarga dan teman - teman terdekat untuk gabung. Dan tentunya saya dapat bonus reveral setiap mengajak orang untuk join, sampai saya gak mengira banyak banget yang ikut. Kemudian sekarang saya sampai kenal akrab dengan bossnya, karena sering ketemu dalam urusan investasi ini. Awalnya keluarga saya banyak yang kontra dengan saya karena profitnya terlalu besar dan mereka menyebutkan sangat beresiko, apa lagi kakak saya yang pertama saya sampai diintrogasi dibuat speechless olehnya. Tapi saya mencoba menjelaskan dengan santai dan rendah hati, sampai akhirnya satu persatu pada ikut join. Makin banyaknya yang join maka bonus reveral saya makin banyak.

Singkat cerita akhirnya saya berhasil mengumpulkan uang banyak dan hal itu mengubah pola hidup saya, saya mulai ikut member gym, olahraga tennis setiap minggu, beli pakaian yang trend, banyak wisata kuliner yang mahal - mahal dan wisata kemana - mana. Dahsyat sekali anugrah Tuhan yang tercurah, hal itu membuat saya terlena dan berdampak pada nilai IP saya yang menurun terus. Dalam hati saya, saya harus mulai mengatur pola hidup. Memang saya akui jarang sekali belajar tentang mata kuliah, belajar paling ketika mau menghadapi UTS dan UAS saja. Jadi sangat naif kalau saya menyalahkan dosen tentang nilai saya yang menurun, maka dari itu saya cukup tau diri mengakui kesalahan yang telah terjadi. Meskipun IPK saya masih lebih dari 3 sampai saat ini, tapi dengan IP yang makin menurun saya kuatir ke depannya akan makin menurun lagi. Padahal saya sudah mencoba dan mencoba untuk powerful terus dalam kuliah, tapi keinginan tidak sebanding lurus dengan usaha saya rasa percuma saja. Jauh dari pengawasan orang tua membuat saya bertindak bebas, seperti burung yang bebas dari sangkarnya. Do all everything that I want, itu yang perlu digaris bawahi.

Akhirnya Tuhan benar - benar menegur saya dengan dahsyatnya. Februari kemarin pencapaian tersukses saya sampai bisa membeli motor byson sendiri, dan hal itu menguras abis isi rekening saya. Tinggal beberapa, tapi buat pegangan aja. Kemudian Tuhan seperti memberi ujian lewat perusahaan yang memberi bonus referal itu mengalami masalah serius, berdampak pada tekanan mental saya yang begitu luar biasa. Betapa tidak, saya telah mengajak orang - orang terdekat join untuk investasi dan ketika perusahaan mengalami kerugian yang cukup membuat hati saya bergetar. Mengakibatkan pikiran saya berpikir kemana - mana, seperti mau menghilang saya dari dunia ini. Ada banyak pikiram negatif yang timbul bercambur aduk sampai 3hari mimpi buruk berturut - turut, karena mereka hanya mementingkan uangnya takut gak bisa balik. Jadi mereka semua seolah menekan saya semua, saya tidak bisa berbuat apa - apa karena bukan kapasitas saya seharusnya tanggung jawab menghadapi ini semua. Saya hanya mengajak, marketingnya bukan saya, dll. Tapi tiba - tiba ada suara batin saya yang mengatakan "jangan menghindar, hadapi kehidupan", suara itu nampak jelas di benak saya dan membuat saya benar - benar rebah tak berdaya. Sebelumnya saya sudah menceritakan kesedihan yang mendalam itu pada tulisan saya sebelumnya mengenai hal bertahan hidup.

Dan sedikit demi sedikit Tuhan seperti mengentaskan masalah ini dari pikiran saya. Saya sudah bisa agak enjoy dan menikmati nafas kehidupan yang masih Tuhan hadiahkan, hal itu terjadi atas manifestasi Tuhan dalam hidup saya ketika saya benar - benar tersungkur dan tumbang dalam masalah saya meminta pertolonganNya. Ternyata saya gak bisa apa - apa hanya Tuhanlah yang sanggup, semuanya berkat Tuhan dan apapun yang menempel pada badan saya, kekayaan, kepandaian semua itu milik Tuhan. Saya tidak punya hak memiliki sepenuhnya, tapi saya percaya Tuhan izinkan saya untuk memakai ini semua untuk kemuliaan namaNya. Maka, saya mencoba ikhtiar dengan berpuasa Daud selama 2hari dan mencoba meminta Tuhan ubahkan pola hidup saya dan akhirnya berhasil. Sekarang saya seperti hidup kembali dengan kontrol hidup yang dipegang penuh kasih Allah, ketika saya bertemu teman - teman saya benar - benar dengan sadar terkontol untuk tidak mengikuti apa yang mereka perbincangkan. Apakah ini yang disebut kedewasaan ? Yang jelas saya sangat merasakan thanks giving yang dahsyat kepada Tuhan Yesus Kristus. Hidup saya akan jauh lebih dahsyat dari sebelumnya. Amin.

Kemudian kemarin saya diundang meeting dengan boss untuk membicarakan masalah ini, dia memberi solusi yang cukup mengagetkan. Yaitu, saya diberi mandat menjadi salah satu marketing perusahaannya. Tentu ada kebimbangan dalam diri saya, mengingat perusahaan sedang kurang stabil. Ada pikiran "pembayaran profit aja sampai telat gini belum dibayar bulan ini. Dan end kontrak para investor belum dibayar, masa saya harus jadi marketing dikondisi seperti ini". Tapi berhubung saya orangnya nekat, saya terima aja ajakannya. Gak ada pilihan lain kalau gak gerak memang gak akan ada solusinya, dan sekarang ini saya harus mencari investor sebanyak - banyaknya untuk mendongkrak perusahaan ini jaya kembali. Sejauh ini saya yakin perusahaan ini akan jadi perusahaan yang besar dengan Tuhan ijinkan saya terlibat di dalamnya. Semoga memberi berkat yang powerful, saya yakin dan percaya 2014 memanglah powerful. Dengan jiwa baru saya siap menghadapi hidup ini lebih lagi. Amin

Sekian dulu, ini saya menulis di kampus. Masih dengan rutinitas kuliah, dan dosen sudah datang. Ok. Jos ?

Tidak ada komentar:
Write komentar

statistics

Translate

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *