Kukuh Setiawan. Gambar tema oleh centauria. Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 29 November 2014

Pilih Mencintai atau Dicintai ?

    0

Pasti gak sedikit yang menanyakan hal ini, bahkan mungkin semua orang I think. (orang galau) :D 
Tau kan cinta itu emang gak bisa dilogika, "makanan apa sih cinta ?" pertanyaan klasik hahaha.

Kalau menurut gue cinta itu bening, gak bisa dipungkiri itu. Amarah ? apakah amarah bisa menodai cinta ? tidak, karena amarah sendiri bagian dari cinta. Justru dengan amarah sesekali bisa merekatkan cinta lebih lagi, kayak ibarat lem perekat dalam cinta. Tidak harus mesra-mesraan terus kan ? pasti kalau mesra terus juga bosen endingnya, nah itu karena cinta melibatkan kecerdasan emosional. Jadi dituntut adanya perubahan-perubahan emosi dalam menjalani cinta, itu tadi yang gue maksud salah satunya dengan kadang-kadang marah juga sebagai bentuk ekspresi menyayangi. 

Terus mau pilih mana ? mencintai atau dicintai ? 
atau ingin dua-duanya? (egois banget ya) hehe.

Mencintai dan dicintai itu big big different. Padahal sama-sama tentang perasaan sayang, tapi apakah rela melepaskan orang yang kita sayang hanya karena doi menyayangi orang lain? atau menerima orang yang menyayangi tapi kita gak sayang? (galau).


Dan kabar gembiranya adalah I have solution for you guys. :)

"mencintai" is better, karena mencintai akan membuat kita puas memiliki orang yang bener-bener kita sayang. Dan bagaimana kalau orang yang kita sayang justru gak cinta? atau parahnya lagi doi malah suka sama orang lain. Emang sih kesannya egois banget, kayak mementingkan diri sendiri. Padahal dalam urusan hati harus ada WIN WIN Solution (kayak bisnis aja).

Ya intinya kan sama-sama damai sukacita lancar jaya sejahtera makmur sentosa bahagia selamanya, jadi harus kedua belah pihak saling klop. Nah kalau cuma "mencintai" kan gak klop ? that's right, maka dari itu ketika sudah mencintai dan mendapatkan si doi, sayangilah dengan sepenuh hati. Dan cinta gak buta tentang hal itu, cinta tau ketika ada perasaan yang tulus dia akan menyesuaikan kemudian pasti akan ada timbal balik yang sepadan. Jadi proses emang selalu ada dan semua akan indah pada waktunya, terus waktunya kapan ? bro.... sabar dikit napa, gak sabar amat :D 

Setidaknya ketika bisa mendapatkan si doi, akan merasa senang kan ? nah senang aja gak cukup, harus bisa bahagia dalam menjalin hubungan. Bahkan kalau menurut gue ada tingkatan yang lebih tinggi dari bahagia yaitu "sukacita", kalau cuma bahagia ketika udah lama jadian pasti tau semua keburukan si doi dan hal itu membuat kebahagian mulai memudar. Tetapi kalau bersukacita, mau itu keburukan, kebaikan, semua itu akan terlihat menyenangkan. 

And one's again, gue udah buktiin dan proven banget. Sekarang gue udah jadian sama si doi yang gue sayang, (sama cewek ya tentunya). Dan itu berarti gue lebih milih "mencintai" karena emang gue sayang dia, terlepas dia sayang atau nggak :D
Seiring berjalannya waktu gue udah buktiin kalau emang dia juga sayang sama gue, padahal awalnya kayak yang gak merespon gitu (pura-pura jaim mungkin).

Ok, semua kemungkinan bisa terjadi. Tetaplah menjadi diri sendiri and I hope you all guys be able to get someone who you love.


--------&&----------
See you next statements
--------&&----------

Tidak ada komentar:
Write komentar

statistics

Translate

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *