Kukuh Setiawan. Gambar tema oleh centauria. Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 03 Januari 2015

Bangga Menggunakan Brand Orang

    0

Banyak gue temukan di Indonesia tentang gengsi yang gede-gedean, what is gengsi ? hmm pengontrolan diri terhadap ego dan  kepuasan batin. 

Orang bangga ya punya mobil BMW, ferrari, lamborgini, dll. Terus bisa pamer ke tetangga ataupun saudara bahwa dia telah sukses mendapatkan mobil super mahal, 

itukah indikator sukses? 
biar dipandang orang wah gitu ? 

Kalau emang anggapan sukses seperti itu ya "monggo" aja. Yang jelas lo itu sedang menggunakan atau membeli branding dagang milik orang lain. Dan itu dijual berjuta-juta unit. (di atas langit ada langit) dan ketika lo merasa kaya ingat pasti ada yang lebih kaya. Tergantung sampai seberapa banyak uang yang dipunyai untuk meyakinkan dirinya adalah orang kaya. Bahkan orang kaya banyak yang gak menyadari bahwa dirinya kaya. 

Terus ketika membeli produk brand milik orang lain dan kemudian memamerkannya ke tetangga (orang terdekat), banggakah dengan semua itu ? iya itu hasil kerja keras, 

sempet gak mikir produk yang lo beli itu kan kepunyaan orang juga. Maksudnya owner dari produk tersebut, tentu secara logika owner produk yang lo bangga-banggakan itu kayanya seberapa ? kaya raya kan pasti, terus adakah alasan untuk lo menyombongkan itu semua ? sementara mobil yang lo punya itu hanyalah satu dari berjuta mobil produksi lainnya yang sama *think again 

Begitu juga dengan Gadget: tablet, handphone, smartphone. Tidakkah merasa puas memiliki itu semua? kemudian bisa memamerkan merknya ke semua orang. Ingat aja men, gak cuma lo yang punya. Bahkan lo beli handphone merk brand paling top yang harganya selangit, orang lain juga ada yang punya, karena produksinya kan banyak. Itu produsennya
juga milik orang lain kan, Bangga ?

Misal aja apple, lo bangga punya macbook, iphone terbaru, dan semua produk apple lo beli. Bangga ? bangga donk mahal-mahal men, 

Terus ingat lagi itu semua ownernya siapa ? "steve job". 

Nah itu, gak usah bangga dulu kalau cuma masih pakai branding milik orang lain, bangga dalam arti bersyukur boleh aja. Tapi kalau cuma ngejar gengsi I think That was nonsense. Mungkin lo jadi pemilik, misal lo jadi steve job bolehlah bangga karya produknya diminati banyak orang dan laku keras sebagai brand unggulan. Dan cukup tau aja Steve job aja selalu merasa kurang kok dalam mottonya "stay foolish stay hungry". 

Itu artinya sebagai konsumen gak usah sombong, selama itu brand milik orang lain. Yang punya brand aja woles kok, cuma konsumen aja kok koar-koar gengsinya minta ampun kalau gak punya brand itu.  

Sedikit pemikiran tentang gengsi yang ada di negeriku Indonesia. Sekali lagi tulisan ini bukan melecehkan, hanya sekedar curahan pemikiran sang blogger, ok ;)



Tidak ada komentar:
Write komentar

statistics

Translate

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *