Kukuh Setiawan. Gambar tema oleh centauria. Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 14 Mei 2017

DUA PENISTA AGAMA DIHUKUM OLEH PENGADILAN KARENA "TEKANAN MASSA" BUKAN KARENA BERSALAH

    0

INI BARU BERITA
BENAR-BENAR...
B E N A R

๐Ÿ‘Baca sampai selesai...
๐Ÿ‘‰๐ŸฝDua penista Agama...
Hasil gambar untuk penista agama
PERTAMA
๐Ÿ‘‰๐Ÿฝ Sekitar 2.000 tahun lalu, ada seseorang yang dituduh menistakan agama yg dianut oleh masyarakat mayoritas saat itu. Kemudian para pemuka agama menyeret orang ini ke pengadilan bahkan menghasut rakyat untuk berunjuk rasa di depan pengadilan.

Orang ini diperiksa secara marathon oleh hakim agung saat itu, dan akhirnya tidak ditemukan kesalahan apapun. Pendemo berdemo semakin keras dan mulai terjadi keributan di masyarakat.
Mereka berteriak Salibkan DIA. Hakim agung menyerah kemudian mengikuti kemauan mereka, dan akhirnya orang ini dijatuhi hukuman mati.

๐Ÿ‘ Melihat ke belakang, sebenarnya orang ini orang yang sangat baik.
Sepanjang hidupnya ia menyelamatkan banyak orang. Menyembuhkan yang sakit, mengajarkan orang berbuat baik, menyuruh masyarakat membayar pajak, dan menegakkan hukum, misalnya mengusir pedagang-pedagang yang berdagang tidak pada tempatnya. Berkali-kali juga ia menentang orang-orang yang menyebut diri beragama tetapi munafik, yang berdoa paling keras namun tidak menjalankan agamanya dengan benar.

Sekitar seminggu sebelum diputuskan bersalah oleh pengadilan, si pelaku disambut di gerbang kota dengan daun-daun palma.

Sehari sebelum putusan, ia berdoa memohon kepada Tuhan supaya dibebaskan dari penderitaan tersebut, namun ia akhirnya berkata “jangan kehendakku yang terjadi melainkan kehendak-Mu”.

Dan hari berikutnya: ia dihukum mati.

————————

KEDUA
๐Ÿ‘‰๐Ÿฝ Melompat ke masa sekarang, 2017, ada seorang GUBERNUR yang dituduh menistakan agama yg dianut oleh masyarakat mayoritas di mana ia berada. Proses peradilan diwarnai unjuk rasa besar-besaran atas nama agama tersebut. Orang-orang mendesak dan berteriak penjarakan DIA. Hakim akhirnya memutuskan ia harus dipenjara dua tahun.

๐Ÿ‘ Kalau melihat ke belakang, orang ini sebenarnya orang baik.
Sebelum ia datang, puluhan tahun kota ini sangat kacau balau. Setelah ia memimpin banyak terjadi perbaikan. Setiap pagi orang sakit dan kesulitan datang mengadu dan ia tolong. Hukum ia tegakkan. Orang-orang yang tinggal tidak pada tempatnya ia usir. Secara terang-terangan ia menentang mereka yang mengaku beragama tetapi munafik, santun tapi korupsi.

Sekitar seminggu sebelum diputuskan bersalah oleh pengadilan, si pelaku disambut ribuan karangan bunga di gerbang balai kota.

Sehari sebelum putusan, ia berdoa memohon kepada Tuhan supaya dibebaskan, supaya Tuhan menyatakan bahwa ia tidak bersalah. Namun ia tetap pasrah apapun kehendak Tuhan.

Dan hari berikutnya: ia dihukum penjara.

—————————–

๐Ÿ‘‰๐Ÿฝ Tapi satu hal yang mungkin orang lupa dari cerita 2.000 tahun lalu. Penderitaan dan hukuman mati yang YESUS sang PENEBUS terima justru menjadi inspirasi bagi  bermilyar-miliyar orang hari ini.
Menjadi inspirasi untuk tetap berbuat baik, untuk tetap menyebarkan kasih, bahkan memaafkan semua orang yang membenci.

๐Ÿ‘‰๐Ÿฝ Semoga kisah AHOK sang GUBERNUR yang dinyatakan bersalah ini juga menginspirasi setidaknya 250 juta orang bahkan seluruh dunia.
Menginspirasi supaya mereka semua tetap berpegang teguh pada kebenaran, sekalipun ujung-ujungnya malah dinyatakan bersalah.
Setialah sampai akhir, seberat apapun resikonya.

๐Ÿ™ Semoga tetap ada KASIH ❤ di antara kita terhadap sesama manusia๐Ÿ™
✋ saya ๐Ÿ’– indONEsia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ❣

Tidak ada komentar:
Write komentar

statistics

Translate

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *