Halo, semuanya! Bertemu lagi dengan channel kesayangan kita semua Bicara Indonesia. Seperti biasa channel Bicara hadir dengan video-video menarik yang sayang kamu lewatkan. Kali ini kita akan membahas tentang Great Red Spot atau Titik Merah Raksasa yang ada di Jupiter, planet terbesar di galaksi kita.

Kalau kamu pernah melihat gambar planet Jupiter, di salah satu sisinya ada titik merah berbentuk lonjong yang sangat mencolok. Apa sih titik merah besar yang banyak dibicarakan itu? Nah, daripada penasaran, yuk cek fakta-fakta menarik tentang Great Red Spot di planet Jupiter berikut ini.

  1. Great Red Spot Adalah Badai Angin yang Sangat Panjang

Jika kamu berpikir bahwa great red spot adalah semacam gunung atau lava yang berpijar, maka kamu salah besar. Titik merah ini sebenarnya adalah badai angin lokal yang tidak pernah berakhir. Ukuran badai angin ini sangat besar lho. Titik merah di planet Jupiter lebih dari 2 kali ukuran Bumi. Tidak ada yang tahu kapan badai angin ini terbentuk. Yang pasti, sejak Jupiter ditemukan 400 tahun lalu, titik merah besar ini sudah ada di planet itu.

  • Kecepatan Angin Bisa Mencapai 425 KM per Jam

Di Bumi, badai angin terparah memiliki kecepatan 156 KM per jam. Ini tidak ada apa-apanya dibandingkan badai angin di titik merah Jupiter, yang kecepatannya bisa mencapai 270 sampai 425 KM per jam! Ini artinya, badai di Jupiter melaju 1,5 kali lebih cepat dengan kekuatan 3 kali lipat lebih besar dari badai angin terhebat yang ada Bumi!

  • Kedalaman Badai Mencapai 320 KM

Robot luar angkasa milik NASA yang bernama Juno pernah dikirim ke Jupiter untuk mencari tahu seberapa dalam badai di titik merah planet itu. Setelah mengorbit di Jupiter, melalui Juno para ilmuwan menemukan bahwa badai hebat itu mempenetrasi atmosfer Jupiter sedalam 320 km!

Sebagai perbandingan, angka tersebut 50 hingga 100 kali lipat lebih dalam dari samudra manapun di Bumi. Nah, menurut temuan lanjutan, gelombang radiometer Juno hanya bisa mencapai 320 km saja. Itu artinya, kemungkinan badai ini jauh lebih dalam dan hingga kini para ilmuwan belum bisa menemukan pusat badainya.

  • Suhu Great Red Spot Lebih Panas dari Suhu Jupiter

Suhu rata-rata planet Jupiter adalah 960 derajat celcius. Namun suhu di titik merah bisa mencapai 1326 derajat celcius, yang berarti 700 derajat lebih panas daripada suhu di seluruh planet Jupiter. Suhu panas ini disebabkan oleh gelombang gravitasi dan gelombang akustik yang diproduksi oleh kondisi badai yang ekstrim.

  • Ukuran Great Red Spot Menyusut

Ukuran titik merah di Jupiter terbukti semakin menyusut.Voyager 1 dan Voyager 2, pesawat luar angkasa yang pernah dikirim NASA untuk mengobservasi Great Red Spot pada 1979 menemukan lebar titik badai ini mencapai 25.000 km. Pengukuran yang dilakukan di tahun-tahun selanjutnya menunjukkan ukuran titik merah semakin mengecil, yakni menjadi 15.000 km. Sejauh ini tidak diketahui apakah titik merah ini bisa semakin menyusut hingga mati.

  • Great Red Sport “Memakan” Badai Lain

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, titik merah di Jupiter sudah ada sejak pertama kali planet tersebut ditemukan 400 tahun yang lalu. Kamu pasti bertanya-tanya, bagaimana bada angin Jupiter bisa bertahan selama itu?

Menurut para ilmuwan, salah satu faktor yang menyebabkan lamanya usia bada angin di Great Red Spot adalah kemampuannya untuk menyerap badai lain yang lebih kecil. Badai-badai yang lebih kecil tersebut akan menambah kekuatan badai angin besar di Great Red Spot, sehingga memperpanjang masa hidupnya.

  • Warna Merahnya Masih Menjadi Misteri

Jika dilihat dari kejauhan, titik merah di Jupiter menyerupai mata berwarna merah. Badai angin di titik itu memang terus bergulung-gulung hingga bentuknya tampak seperti mata. Namun, tidak ada yang tahu darimana asal warna merahnya. Menurut spekulasi, warna merah disebabkan oleh awan amoniak dan radiasi matahari berkekuatan tinggi yang terus menerus berputar, dan ada yang ber spekulasi jika karna suhu yang tinggi dan sangat panas membuat badai itu berwarna merah.

Nah, jadi gimana penjelasan tentang great red spot di jupiter ini?, menarik banget kan pembahasan tadi? Terciptanya titik merah tersebut hingga kini masih menjadi misteri yang tidak bisa dipecahkan siapapun. Hmm, kalau dipikir-pikir, terlalu banyak hal misterius di alam semesta yang belum bisa dipecahkan manusia sampai saat ini. Itulah mengapa, topik tentang luar angkasa, planet, dan benda-benda langit lainnya selalu menarik untuk dibahas.

Oke, sekian dulu ya video kali ini. Sampai jumpa di video-video selanjutnya yang masih akan membahas tentang astronomi dan topik menarik lainnya. Terima kasih sudah menonton video ini sampai habis dan sampai jumpa di video selanjutnya!

Sumber

Welcome To Jupiter’s Great Red Spot, The Most Fascinating Place In The Solar System (Diakses pada 15 Maret 2019)

https://www.ranker.com/list/jupiter-great-red-spot-facts/crystal-brackett