Well, halo teman Bicara semuanya! Channel favorit kalian hadir lagi, tentunya dengan topik yang sangat menarik. Kali ini channel Bicara akan membahas tentang nama-nama planet. Pernahkah kalian berpikir, siapa ya yang memberi nama semua planet yang ada di tata surya? Mengapa planet-planet ini diberi nama Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, dan lain sebagainya?

Nah pasti kalian penasaran kan siapa sih orang orang hebat yang bisa menemukan dan menentukan nama nama planet tersebuat Daripada penasaran, kita lihat aja yuk video-nya!

Nama Planet Diambil dari Mitologi Roma dan Yunani

Ribuan tahun yang lalu, manusia yang hidup di jaman kuno sudah tertarik untuk mempelajari alam semesta dan seluruh isinya. Mereka mengamati isi langit dan merasa takjub dengan bintang-bintang yang berkelip di angkasa. Karena keterbatasan teknologi dan pengetahuan di masa lalu, planet-planet ini dianggap sebagai dewa yang selama ini mereka sembah.

Itulah mengapa nama-nama planet diambil dari dewa-dewi Roma dan Yunani, sesuai dengan karakter masing-masing planet. Delapan planet di tata surya (termasuk Pluto yang kini sudah tidak termasuk lagi) dinamai berdasarkan dewa-dewi Yunani. Hanya ada 1 planet yang tidak mengambil nama-nama dewa, yaitu Bumi kita tercinta. Mengapa dan bagaimananya akan dijelaskan berikut ini Lanjuuut.

Merkurius

Planet yang paling dekat dengan matahari ini mengambil nama Mercury, Dewa Perjalanan dari Romawi yang memiliki sayap. Mercury dikenal bergerak dengan gesit, seperti planet Merkurius yang berputar cepat mengitari Matahari dengan gesit.

Venus

Venus adalah Dewi Cinta dan Keindahan dari Romawi, sesuai dengan rupa planet yang bercahaya sangat indah. Planet Venus adalah satu-satunya benda di tata surya yang bersinar lebih terang dari Bulan dan Matahari. Ketika pertama kali ditemukan, ilmuwan masa lampau mengira Venus adalah dua bintang berbeda yang muncul di pagi dan malam hari.

Bumi

Bumi yang dalam bahasa Inggris disebut Earth adalah satu-satunya planet yang tidak mengambil nama dewa dan dewi. Nama Earth diperoleh dari bahasa Inggris Kuno dan Jerman. Yaitu “eor(th)e” dan “ertha” yang berarti tanah. Dalam mitologi Latin, nama Earth dihubungkan dengan Dewi bernama Terra Mater yang kemudian diterjemahkan menjadi Mother Earth dalam bahasa Inggris.

Mars

Nama Mars diambil dari Dewa Perang Romawi karena warnanya yang merah seperti pertumpahan darah di peperangan. Peradaban lain menyebut Mars dengan nama berbeda. Misalnya masyarakat Mesir Kuno menyebutnya dengan nama “Her Desher” yang berarti “benda berwarna merah.”

Jupiter

Karena ukurannya yang sangat besar, Jupiter sering disebut raja dari para planet. Itulah mengapa nama Jupiter diambil dari raja para dewa di Romawi. Menurut mitologi Roma, Jupiter adalah dewa yang paling berpengaruh dan punya kekuatan paling besar. Di Yunani, Jupiter disebut dengan Zeus, dewa yang tertinggi.

Saturnus

Dalam mitologi Yunani, Saturnus disebut sebagai Cronos, ayah dari Jupiter/Zeus. Saturnus adalah Dewa Kesuburan dari Romawi. Nama Saturnus diambil karena warna planet yang keemasan, mirip dengan ladang gandum.

Ada cerita menarik di balik nama Saturnus. Posisinya yang diapit oleh Uranus dan Jupiter mencerminkan hubungan ketiga dewa tersebut. Saturnus adalah anak Uranus yang merebut tahta ayahnya. Tahta Saturnus kemudian direbut lagi oleh anaknya, yaitu Jupiter.

Uranus

Uranus termasuk planet yang ditemukan di masa modern, yaitu sekitar tahun 1800-an. Meski demikian, para ilmuwan masih melanjutkan tradisi memberi nama planet dari para dewa dan dewi. Pada masanya, Uranus pernah menjadi raja para dewa sebelum tahtanya diambil oleh putranya sendiri, Saturnus.

Neptunus

Neptunus awalnya diberi nama Verrier, sesuai dengan penemunya. Namun karena banyak ditentang oleh publik, akhirnya diganti dengan nama Neptunus, sang Dewa Laut sesuai dengan penampakan planet yang berwarna biru. Nah, dalam mitologi Yunani Neptunus disebut dengan nama Poseidon.

Pluto

Kini Pluto memang bukan planet. Ukurannya yang terlalu kecil dan komposisinya yang berbeda dengan planet pada umumnya membuat Pluto dikategorikan sebagai planet kerdil.

Meski demikian, Pluto dulu pernah jadi planet terjauh di tata surya kita. Nama Pluto sendiri diambil dari Dewa Kegelapan Romawi. Nama ini dipilih karena kondisi Pluto yang gelap dan dingin. Menurut legenda Romawi, Pluto adalah saudara dari Neptunus dan Jupiter. Dalam bahasa Yunani Pluto disebut dengan nama Hades.

Kesimpulan

Karena sebagian besar planet ditemukan di jaman kuno, tidak ada yang tahu pasti siapa yang memberi nama. Namun dari pembahasan tadi kita bisa tahu bahwa manusia di masa lampau dengan peralatan seadanya sudah bisa mengamati alam semesta. Dibandingkan dengan teknologi canggih di masa modern ini, mereka terdengar hebat sekali ya?

Nah, jadi gimana menarik sekali kan bahasan tentang asal mula nama-nama planet tadi? Kalau gitu, sekian dulu ya video kali ini. bagi yang belum klik tombol subscribe ayo klik sekarang jangan ketinggalan video tentang astronomi yang selanjutnya ya Jangan lupa pantengin terus channel Bicara karena masih akan ada banyak video lainnya tentang dunia astronomi. Sampai ketemu lagi di video yang lainnya. Bye!

Sumber

Mythology of the Planets | UNIVERSE TODAY (Diakses pada 19 Maret 2019)