tipe-tipe bintang jika matahari berevolusi

Halo, bertemu lagi bersama Bicara Indonesia. Pasti kalian sudah tahu fakta-fakta Matahari yang bermanfaat bagi kehidupan di Bumi. Tapi, apakah kalian tahu jika Matahari dapat berevolusi? Apa yang terjadi jika Matahari berevolusi?

Penasaran jawabannya? Yuk, mari simak pembahasan dari Bicara Indonesia, ya!

Matahari Berevolusi?

Jika Matahari berevolusi, tentu akan ada perubahan besar dalam sistem tata surya. Matahari merupakan sistem pusat dari tata surya. Matahari sering disebut sebagai bintang besar. Matahari memiliki ukuran yang 109 kali lipat dari Bumi. Yakni berdiameter 1.392.600 kilometer. Padahal diameter bumi hanya sebesar 12.742. Meski begitu, Matahari masuk dalam jenis bintang katai kuning tipe G (G2V).

Tipe tersebut merupakan tipe kecil di antara bintang besar yang lain. Hanya saja, Matahari merupakan inti dari sistem tata surya kita. Sebenarnya ada banyak sekali bintang yang jauh lebih besar dari Matahari. Matahari memiliki bobot dan volume yang sangat besar. Matahari dapat menampung planet seukuran bumi sampai sekitar 1,3 juta.

Matahari merupakan bintang dengan bulat yang nyaris sempurna. Bintang memiliki 9 lapisan, yaitu inti matahari, zona radiasi, zona konvektif, fotosfer, kromosfer, zona transisi matahari, korona, dan heliosphere. Dari situ kita dapat mengetahui dalam pembentukan Matahari yang memakan waktu 10 juta tahun itu.

Matahari sudah lahir di alam semesta sekitar 40 juta tahun sebelum bumi ada. Bintang tersebut tersusun dari elemen hidrogen, helium, karbon, nitrogen, oksigen, magnesium dan lainnya. Jumlah yang terbesar adalah hidrogen sebesar 75% dan helium 24%.

Hidrogen ini mengalami reaksi fusi yakni reaksi nuklir. Reaksi fusi sering disebut dengan reaksi inti karena dari situ inti matahari tercipta. Inti matahari kemudian menciptakan berbagai gas lain dalam jumlah kecil.

Gaya gravitasi matahari sangat besar ditambah efek matahari. Sehingga, menciptakan energi  yang sangat besar. Energi tersebut dirasakan benda-benda langit di sekitar matahari. Seperti Bumi. Energi itu mendukung terciptanya berbagai kehidupan di Bumi sampai saat ini.

Namun, waktu memicu perubahan pada matahari. Matahari suatu saat akan menjadi Bintang Raksasa Merah. Dari situlah bermula bencana yang dapat merusak tatanan tata surya.

Bagaimana Terjadinya Evolusi?

planet-planet tata surya

Matahari suatu saat akan mati. Lebih tepatnnya, apa yang terjadi jika matahari berevolusi, ia tidak akan menjadi Matahari lagi. Namun, itu memerlukan waktu yang sangat lama. Matahari akan berevolusi 4,5 sampai 5,5 miliar tahun yang akan datang. Saat itu tiba, Matahari akan mengalami perubahan serius.

Perubahan yang pertama diakibatkan karena matahari akan kehabisan Hidrogen sehingga warnanya semakin merah. Itulah yang kemudian disebut sebagai Bintang  Raksasa Merah. Semakin membesar, maka energi matahari akan makin membesar ke Bumi. Lapisan terluar Matahari akan mengembang karena kehabisan hidrogen dan helium.

Matahari bisa menjadi Bintang Raksasa Merah yang mengembang sampai mencakup orbit bumi. Diameter Bintang Raksasa Merah akan mecapai 100 juta hingga 1 miliar kilometer dari ukuran Matahari saar ini. Suhunya pun akan menurun menjadi sekitar 2.200 sampai 3.200 derajat Celsius saja.

Kemungkinannya, akibat pengembangan Matahari ke fase Bintang Raksaa Merah, kehidupan Bumi di dalamnya tidak akan sanggup bertahan. Hal itu diakibatkan gas dalam atmosfir kita sebentulnya melindungi bumi dengan menyerap sinar matahari. Saat Matahari dalam proses menjadi Bintang Raksasa Merah, gas-gas menyerap energi tersebut dan menciptakan awan tebal di atmosfer. Sehingga, Bumi menjadi sangat panas.

Para Astronom mengatakan jika Matahari mengembang, ia dapat membuat perubahan besar dalam sistem tata surya. Ia akan kehilangan massa dan melontarkan angin yang kuat. Hal itu menimbulkan perubahan orbit planet-planet yang masih bertahan.

Bumi bisa terpental menjauhi orbitnya sebesar 50% saat Matahari sedang dalam berada fase mengembang. Mungkin, kehidupan di dalamnya tidak selamat. Namun, planet Bumi tetap ada dan menjadi kering karena kehilangan airnya.

Beberapa astronom mengatakan bahwa Matahari ketika sudah mencapai fase Raksasa Merah, suatu saat akan kehilangan massanya sebesar 67%. Bintang Rakasasa Merah ini nantinya hanya akan bertahan 1 miliar tahun saja. Saat helium habis, bintang tersebut akan berkontraksi dan melemparkan lapisan terluarnya ke tata surya.

Bagaimana Kehidupan Setelah Matahari Hilang?

Setelah mengalami fase Bintang Raksasa Merah, ukurannya mengecil dan menjadi bintang katai putih. Bintang katai putih memiliki massa yang sangat kecil, hanya seukuran diameter bumi dan berat 6000 kilogram. Matahari akan menjadi bintang katai putih sekitar 10 miliar tahun lagi.

Bintang katai putih adalah bintang yang sudah tidak lagi bersinar. Bintang tersebut dingin dan semakin lama akan berubah menjadi kristal putih. Matahari merupakan bintang, ada miliaran bintang yang seperti matahari memiliki nasib yang sama. Namun, bintang katai putih yang besar dan lebih dingin akan melewati proses pengkristalan lebih cepat.

Bahkan, saat matahari sudah menjadi kristal, sudah ada Zona Laik Huni yang baru. Planet Zona Laik Huni yakni planet yang memiliki air dengan temperatur yang mendukung adanya kehidupan. Bisa jadi, zona laik huni tersebut tidak senyaman Bumi, tetapi memiliki air yang cair.

Bagaimana dengan Bumi? Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Bumi hanya akan menjadi planet kecil tanpa kehidupan. Bumi tidak akan berada dalam zonanya kembali. Sedangkan planet-planet lain dari luar Bumi akan berada dalam zona habitasi baru. Planet tesebut dapat menjadi Planet Laik Huni.

Planet-planet tersebut berada di area Sabuk Kuiper. Area tersebut dikenal dengan area dingin yang mengandung es di sekitaran Pluto. Bisa saja, es tersebut mencari dan planet tersebut menjadi planet pengganti Bumi. Tentu, untuk menjadi Planet yang Laik Huni ada berbagai persyaratan selain memiliki air.

Kesimpulan

Sudah terjawab bukan apa yang akan terjadi jika matahari berevolus? Matahari akan berubah menjadi Bintang Raksasa Merah yang akan mengembang sampai ke orbit Bumi. Bisa saja Bumi musnah atau terpental jauh keluar orbitnya.

Bumi pun juga menjadi planet kering akibat panasnya matahari. Meski begitu, diperkirakan akan ada Zona Laik Huni yang Baru. Wah, kira-kira, manusia tinggal di mana ya? Tunggu pembahasan menarik lainnya tentang astronomi, ya!

Sumber:

  • Masa Depan Bumi Saat Matahari Berevolusi – Langit Selatan.
  • 5 Hal Mengerikan Ini Akan Terjadi Saat Matahari Menemui Ajalnya – Liputan 6.
  • Astronom Pelajari Bintang Langka untuk Ketahui Kisah Akhir Matahari – Kompas.
  • Bintang Raksasa Merah – Info Astronomi.
  • Mengenal Matahari dalam Fakta Menariknya – Info Astronomi.
  • Matahari, Bintang Terdekat Bumi – Info Astronomi.
  • Menanti Matahari Berevolusi Menjadi Bintang Raksasa Merah – Info Astronomi.

( diakses pada 1 April 2020) )