atmosfer bumi difoto dari antariksa

Hai, bertemu lagi di Bicara Indonesia. Kali ini kita akan membahas bagian terpenting dari Bumi, yakni atmosfer. Atmosfer sendiri sebenarnya dimiliki oleh planet-planet lain. Kemudian, bisakah atmosfer bumi hilang?

Apakah pertanyaan itu pernah terlintas? Jika iya, tenang saja, di sini kita akan mengupasnya secara tuntas. Simak bahasan tentang atmosfer ini, ya!

Atmosfer Pelindung Bumi

Atmosfer Bumi merupakan lapisan selimut gas yang melindungi bumi. Atmosfer Bumi memiliki ketebalan 1000 kilometer. Sebetulnya, setiap planet memiliki atmosfer, tetapi kandungannya berbeda-beda. Atmosfer Bumi memiliki beberapa macam kandungan gas yang bermacam-macam.

Atmosfer pada zaman dahulu kala amat berbeda dengan hari ini. Dulu, atmosfer mengandung hidrogen sulfida, metana dan 10 hingga 200 kali lebih banyak karbon dioksida daripada atmosfer sekarang, menurut SERC.

Pada saat terbentuk, atmosfer memiliki kandungan hidrogen sulfida, metana, dan karbondioksida dengan takaran yang 10 sampai 200 kali lebih banyak. Saat ini, kandungan atmosfer yakni nitrogen sebesar 78%, oksigen 21%, argon 0,9%, karbondioksida 0,03%, dan masing-masing 0,7% uap air, kyrpton, neon, xinon, hidrogen, kalium dan ozon.

Saat bumi terbentuk, bumi masih berupa planet dengan suhu yang sangat panas. Di situ atmosfer belum terbentuk. Atmosfer terbentuk saat Bumi sudah mendingin karena adanya gaya gravitasi bumi. Peneliti mengatakan, atmosfer terbentuk dibantu oleh gas yang berasal dari gunung berapi.

Atmosfer terbentuk dengan cara yang berbeda-beda. Jika kita ingin mengetahui kenapa setiap planet memiliki atmosfer yang berbeda dari Bumi. Hal itu disebabkan karena perbedaan terbentuknya suatu planet. Begitu pula dengan gravitasi di tiap planet.

Menurut peneliti abad ke-18 yang mengembangkan Hipotesis Nebular, kandungan yang ada di dalam planet bergantung pada material yang terbentuk saat terjadinya tata surya. Termasuk atmosfer di dalamnya. Misalnya, planet mars memiliki gravitasi kecil sehingga sulit membentuk atmosfer padat seperti Bumi.

Atmosfer Mars memiliki kandungan karbon dioksida yang lebih banyak. Suhunya berkisar -50 derajat celsius dan atmosfernya 100 kali lebih tipis dari bumi. Lalu ada Venus yang memiliki atmosfer yang lebih padat dari Bumi. Sayangnya, hampir 97 % atmosfer Venus terbuat dari karbon dioksida dan asam sulfat. Sehingga membuat Venus lebih panas dari Bumi. Suhu Venus mencapai 460 derajat celcius.

Tanpa Atmosfer, Bumi Tidak Layak Huni

Venus dan Mars tidak menjadi planet yang layak huni bagi kehidupan yang ada di Bumi. Bahkan gas yang ada di dalamnya tidak layak karena oksigennya sangat minim. Sedangkan Bumi memiliki banyak kelebihan di dalamnya seperti air dan atmosfer yang melindungi bumi.

Lapisan Atmosfer terdiri dari enam bagian, yakni Troposfer, Stratospfer, Mesospfer, Thermosfer, dan Exosfer. Ketebalan troposfer sebesar 6-20 kilometer. Pada lapisan ini, manusia masih dapat bernapas. Lalu, ada lapisan stratosfer yang terdapat ozon yang sangat penting bagi kehidupan di Bumi karena melindungi dari sinar matahari.

Ketiga ada mesosfere, di sini lah biasanya meteor akan habis terbakar karena bergesekan dengan lapisan ini. Meteor akan terurai. Jika tidak terurai, setidaknya Meteor yang jatuh di Bumi akan mengecil sehingga tidak menimbulkan ledakan yang terlalu besar. Suhu dalam atmosfer ini sekitar 10 derajat celsius.

Keempat adalah ionosfer. Di sini juga tempat terjadinya gesekan meteor sebelum memasuki mesosfer. Sehingga, beban yang diterima lapisan mesosfer tidak terlalu besar. Bahkan, di lapisan ini pula terjadi ionisasi radiasi matahari. Yang terakhir ada eksosfer, di sini adalah lapisan terluar dari atmosfer Bumi yang terkoneksi dengan antariksa.

Ringkasnya, atmosfer sangat berguna untuk mengendalikan penerimaan sinar matahari. Di atmosfer pula, terdapat pengaturan cuaca yang memengaruhi bumi. Atmosfer Bumi berguna untuk menyerap dan memantulkan panas Matahari. Energi yang dipantulkan kembali berbentuk inframerah. Sebesar kurang lebih 34% panas matahari dipantulkan dengan bantuan Atmosfer. Sebesar 19% diserap atmosfer dan awan. Sisanya mencapai permukaan Bumi.

Bisakah Atmosfer Bumi Hilang?

Peneliti memprediksi bahwa, dalam seadab Bumi akan kehilangan awan. Awan merupakan bagian penting dalam atmosfer. Dengan hilangnya awan, suhu bumi akan meningkat dengan pesat. Hal tersebut dikarenakan adanya dampak pemanasan global. Awan menghilang dikarenakan penggunaan karbondioksida yang berlebihan.

Saat ini, produksi karbon dioksida akibat dari pembakaran batu bara, minyak, dan gas bumi meningkat pesat. Jika tidak dibatasi, dalam satu abad mendatang, karbon dioksida akan berada di ambang batas sebesar 1.200 PPM. Hal itu dapat memecah awan yang dapat mendinginkan planet bumi. Awan stratocumulus, stratus, cirrus, dan nimbus akan terurai.

Berbagai jenis awan dapat terurai akibat emisi karbon dioksida yang semakin pekat dalam atmosfer. Awan stratocomulus yang bermanfaat bagi Bumi sebagai pendingin dapat terurai. Selain itu, awan sratus, cirrus tipis, dan nimbus dapat terkena dampak karbon dioksida yang meningkat.

Lalu, ada pula penipisan lapizan ozon yang rusak karena chlorofluorocarbons (CFC). Lapisan ozon merupakan lapisan penting yang berada dalam lapisan atmosfer stratosfer. CFC mengandung karbon, klorin, dan flourin. Dari mana kandungan ini berasal? Kandungan ini berasal dari mesin pendingin dan aerosol. Fakta yang paling mengejutkan, ternyata CFC juga berasal dari produk plastik.

CFC yang terkena sinar ultraviolet akan terurai menjadi senyawa yang mengandung klorin. Nantinya, itu akan membuat ozon berlubang dan memberi dampat pemanasan di Bumi. Dampak buruknya sangat besar, yakni pemanasan global. Seperti mencairnya es di kutub dan kemudian membuat air laut  meningkat. Paparan sinar ultraviolet pun akan langsung mengenai Bumi.

Mungkin saja atmosfer Bumi tidak menghilang seutuhnya karena terikat pada gravitasi Bumi. Beberapa molekul atmosfer ada yang terlepas, seperti helium dan nitrogen. Hanya saja, bagian terpenting dari atmosfer bisa saja rusak. Seperti ozon yang berlubang sedikit saja, dapat menimbulkan masalah bagi kehidupan di Bumi.

Kesimpulan

Bagaimana kawan? Apakah pertanyaan bisakah atmosfer Bumi hilang sudah terjawab? Atmosfer Bumi tidak sepenuhnya akan menghilang. Hanya molekul-molekul dalam atmosfer bisa terlepas. Namun, meski tidak menghilang, bagian terpenting dari atmosfer bisa rusak dan hilang. Seperti ozon dan awan.

Sumber:

  • Atmosfer: Pengertian dan Proses Terbentuknya – Kompas.
  • Mengenal Atmosfer, Lapisan yang Melindungi Bumi Kita – Ruang Guru.
  • Satu Abad Lagi, Ilmuwan Prediksi Bumi Akan Kehilangan Awan – Suara.
  • Inilah yang Terjadi Jika Bumi Kehilangan Atmosfer – Info Astronomi.
  • Does Earth’s atmosphere lose molecules to space? – Earth Sky.

(Diakses pada 2 April 2020)