Lambang Swastika dalam Partai Nazi.

Halo, bertemu lagi di Bicara Indonesia. Kawan-kawan tahu tidak, kalau Nazi memiliki organisasi pemuda khusus anak-anak? Organisasi ini disebut dengan Deutsche Jungvolk. Ternyata doktrin Nazi dalam Deutsche Jungvolk licik, lho.

Bagaimana doktrin Nazi dalam Deutsche Jungvolk? Lalu, kenapa anak-anak bisa masuk dalam kegiatan seperti itu, ya? Nah, kita akan mengupas tuntas kedua pertanyaan tersebut. Jangan lupa subscribe channel Youtube Bicara Indonesia. Pastinya akan ada banyak pembahasan menarik lainnya.

Apa Itu Nazi?

Dunia mengenal Adolf Hitler dengan partainya yang terkenal, yaitu Partai Nazi atau Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei. Partai Nazi memiliki arti Partai Pekerja Jerman Nasional-Sosialis tersebut didirikan pada 24 Februari 1920 di Jerman.

Nazi menerapkan ideologi Fasisme. Ideologi Fasisme dikenal dengan ideologi yang menjadikan pemimpin sebagai otoritas penuh tanpa pengecualian. Partai Nazi kemudian dikenal dengan menerapkan Nazisme.

Jerman pada saat Hitler menjabat menjadi negara totaliter dengan sistem kediktaktoran Nazi. Rasisme menjadi salah satu ciri dari Jerman pada saat itu. Mereka melakukan diskriminasi terhadap minoritas dan Yahudi. Rezim Nazi menganggap mereka adalah manusia paling unggul di antara lainnya. Karenanya, Nazi menyebabkan pelanggaran berat atas kasus kemanusiaan.

Jerman yang dikuasai Nazi menjadi penyebab meletusnya Perang Dunia Kedua bersama Italia dan Jepang. Pada 1939, Jerman menginvasi Polandia. Perang Dunia Kedua merupakan perang terbesar selama 6 tahun berturut-turut. Akibatnya, 50 juta lebih korban jiwa selama perang dunia berlangsung. Di tambah Holocaust yang menyebabkan 6 juta orang Yahudi mati.

Nazi sebelum Perang Dunia Kedua melakukan berbagai penguasaan terhadap banyak hal. Salah satunya gerakan kepemudaan. Pada awal 1920, Partai Nazi mendirikan gerakan kepemudaan. Gerakan kepemudaan itu dipimpin oleh Kurt Gruber.

Pemuda Hitler, Deutsche Jungvolk

Gerakan kepemudaan Nazi ini berkembang menjadi beberapa bagian. Pada 1926, Hitlerjugend (HJ) yang dibentuk oleh Hitler sendiri didirikan. Hitlerjugend berguna untuk menarik sekaligus menyaring para calon anggota paramiliter Partai Nazi alias Sturmabteilung.

Persyaratan untuk dapat bergabung dalam Hitlerjugend adalah wajib menjadi anggota Partai Nazi, orang Jerman tulen alias ber-Ras Arya, dan mengikuti latihan militer sekaligus indoktrinasi Nazi. Mereka memilih dan menyeleksi bacaan-bacaan wajib untuk anggota HJ, agar selaras dengan ideologi Nazi.

Apa bedanya dengan Deutsche Jungvolk?

Deutsche Jungvolk (DJ) dan Hitlerjugend sama-sama merupakan gerakan Pemuda Hitler. Bedanya, anggota Deutsche Jungvolk dikhusukan untuk anak berusia (10-14 tahun). Sedangkan Hitlerjugend, untuk anggota berusia (15-18 tahun). Dua keanggotaan itu bertujun untuk mendukung Nazi dalam perang.

Nantinya, mereka akan dilatih dan dimasukkan ke empat markas militer yakni, Kriegsmarine, Schutzstaffel, Heer, dan Luftwaffe. Beberapa elit Partai Nazi juga merupakan jebolan Pemuda Hitler, seperti Hans-Joachim Marseille.

Pemuda Hitler dari tahun ke tahun mengalami masa kejayaan. Pada 1933, Pemuda Hitler memiliki 50.000 anggota. Sampai akhir 1933, jumlah anggotanya melonjak pesat akibat propaganda yang dibangun oleh Nazi. Pada 1936, menjadi 5,4 juta anggota.

Pada 1936, Undang-Undang tentang Pemuda Hitler dibuat. Undang-Undang tersebut mewajibkan anak-anak Jerman bergabung dalam organisasi tersebut. Tentunya, semua anak yang bergabung di dalamnya merupakan anak yang memiliki cita-cita Nazi. Peraturan penerapat Undang-Undang tersebut disahkan pad 1936.

Selain itu, Undang-undang memiliki alasan politis yakni, memastikan masa depan Nazi berada di tangan penerus mereka. Undang-Undang tersebut juga mensyaratkan siapa saja yang berhak bergabung dalam Pemuda Hitler tersebut, seperti harus ber-Ras Arya dan anak-anak yang memiliki beban dalam sekolah dan tidak menunjukkan progres tidak diharuskan ikut.

Orang tua yang melanggar Undang-undang tersebut, yakni orang tua yang tidak mendaftarkan anak-anak mereka, akan dihuku. Hukuman dapat berupa denda atau kurungan. Setiap anak harus didaftarkan dengan batas tanggal 15 Maret setiap tahunnya.

Bagaimana proses Doktrin Nazi dalam Deutsche Jungvolk

Kegiatan di Deutsche Jungvolk tidak seperti kegiatan anak pramuka. Mereka berkemah dan berkegiatan di alam terbuka yang berisi kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan mereka adalah kegiatan militerisme, seperti berlatih perang dengan menggunakan senjata dan bom molotov. Tidak hanya itu, mereka juga didoktrin di dalam kelas.

Setelah tahun 1933, Nazi membuat sistem untuk guru yang mengajarkan doktrin untuk murid-muridnya. Para guru diminta bergabung dalam Liga Guru Nasionalis. Sekitar 300.000 guru bergabung dalam liga tersebut. Guru merupakan profesi yang paling banyak bergabung dalam partai dibanding profesi lainnya.

Dalam kelas Deutsche Jungvolk, anak-anak diajari untuk berkesadaran penuh dengan rasnya, patuh, dan rela berkorban untuk Führer (sebutan hormat untuk Hitler) dan Tanah Air. Pengabdian penuh terhadap Hitler adalah kunci pelajarannya. Tidak hanya Deutsche Jungvolk, seluru organisasi Pemuda Hitler harus bersumpah setia dan berjanji untuk melayani bangsa dan pemimpinnya sebagai prajurti untuk masa depan.

Di dalam kelas, anak-anak yang bergabung dalam Deutsche Jungvolk diajarkan kebencian atau rasisme, utamanya terhadap Ras Yahudi. Mereka diajarkan untuk cinta dan patuh kepada otoritas negara dan antisemitisme. Propaganda rasisme kepada anak-anak melalui permainan juga dilakukan. Kurikulum yang dibuat semuanya disesuaikan dengan pandangan Nazi, bahkan sampai ke pelajaran sejarah, biologi, dan geografi. Tentu itu menjadi hal buruk bagi anak-anak.

Akibatnya dari propaganda Nazi melalui pendidikan di Pemuda Hitler, banyak anggotanya yang melakukan kekejaman. Sejak dalam pikiran, mereka diajarkan untuk membenci Yahudi. Yahudi digambarkan sebagai “makhluk yang tidak manusiawi”.

Sejarah mencatat, Pemuda Hitler memerintahkan orang-orang Yahudi di Austria untuk membersihkan trotoar dengan tangan mereka sendiri atau sikat gigi. Bahkan, mereka juga membakar tempat ibadah orang Yahudi, Sinagog, sekaligus perkamen dan kitab suci mereka.

Kesimpulan

Gerakan Pemuda Hitler memiliki bagian-bagian yang berbeda. Misalnya, Deutsche Jungvolk dan Hitlerjugend yang dibedakan berdasarkan usianya saja. Dalam pelatihan , mereka diajarkan untuk membenci dan dilatih menjadi prajurit Nazi.

Sudah terjawab bukan bagaimana doktrin Nazi dalam Deutsche Jungvolk? Penasaran dengan fakta sejarah menarik lainnya? Stay tune di Bicara Indonesia, ya!

Sumber:

  • Jojo Rabbit, Satir Pemuda Hitler – Historia.
  • The National Holocaust Centre And Museum –  Hitler Youth.
  • Nazi Germany Hitler Youth – History of The Net.
  • The History Behind Jojo Rabbit and What It Was Really Like to Be in the Hitler Youth – Time.

(Diakses pada 4 April 2020)