efek rumah kaca punya manfaat dan dampak negatif

Halo, kita ketemu lagi bersama Bicara Indonesia. Nah, kawan-kawan sendiri sering tidak bertanya-tanya tentang Efek Rumah Kaca? Secara ilmiah, Efek Rumah Kaca ternyata bermanfaat bagi kehidupan di Bumi. Benarkah Efek Rumah Kaca bermanfaat? Lalu, apa saja manfaatnya.

Tenang saja, kita akan mengupasnya tuntas di pembahasan kali ini. Mulai dari pengertian rumah kaca, proses terjadinya Efek Rumah Kaca, sampai manfaat Efek Rumah Kaca. Sebelum itu, jangan lupa subscribe channel Youtube Bicara Indonesia, ya!

Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca

Tidak banyak yang mengetahui asal muasal penamaan Efek Rumah Kaca dan fakta-fakta dibaliknya. Rumah kaca merupakan nama bangunan rumah yang komponennya terdiri dari kaca. Baik jendela, atap, hingga pintunya semua terbuat dari kaca.

Rumah kaca digunakan oleh para petani dan pekebun yang berada di negara subtropis, yaitu negara dengan 4 musim: musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur. Rumah kaca tersebut digunakan untuk menanam sayur, buah-buahan, dan berbagai macam tumbuhan lainnya. Bahkan, rumah kaca saat ini juga digunakan untuk peternakan ayam.

Pembahasan asal mula rumah kaca mungkin jarang terdengar di Indonesia. Petani di Indonesia jarang menggunakan rumah kaca karena negara kita adalah negara tropis. Di negara tropis, berbagai sayuran, buah-buahan, dan berbagai macam tanaman lainnya dengan mudah tumbuh. Rumah kaca di Indonesia biasanya digunakan dalam penelitian.

Fungsi rumah kaca yaitu untuk memerangkap panas dari sinar matahari dalam bangunan kaca. Saat siang hari, suhu rumah kaca akan semakin hangat. Ketika malam tiba, suhu dalam rumah kaca tetap hangat, bahkan saat cuaca yang sangat dingin. Sehingga rumah kaca tetap bisa mempertahankan suhu hangat dari matahari.

Efek Rumah Kaca merupakan istilah Bumi yang bak rumah kaca, yakni panas sinar matahari yang terperangkap oleh gas-gas rumah kaca di atmosfer Bumi. Efek Rumah Kaca sering disebut penyebab rusaknya lapisan ozon kita karena memerangkap panas yang sangat besar. Sehingga Bumi semakin panas.

Lalu, benarkah efek rumah kaca bermanfaat? Banyak orang kaca benarkah efek rumah kaca bermanfaat? mengetahui bahwa sebagian panas dari yang diakibatkan efek rumah kaca di atmosfer bumi hanya berdampak buruk saja. Namun, Efek Rumah Kaca yang berarti greenhouse ini memiliki beberapa manfaat bagi Bumi. Bahkan, tanpa efek tersebut, kehidupan Bumi di dalamnya tidak dapat berjalan dengan normal.

Efek Rumah Kaca Sebenarnya Bermanfaat, Lho!

Cara kerja atmosfer bumi yang memiliki kesamaan dengan Rumah Kaca inilah yang sering kita sebut dengan Efek Rumah Kaca. Matahari akan memancarkan sinarnya dalam bentuk radiasi ultraviolet yang akan melelaui lapisan atmosfer dan ozon. Bumi akan menerima sinar tersebut dan memantulkannya dalam bentuk inframerah.

Sebetulnya, Efek Rumah Kaca tidak buruk bagi Bumi. Efek Rumah Kaca diperlukan agar tidak ada perbedaan suhu yang jauh antara siang dan malam. Sebab, sebagian panas lainnya diserap oleh bumi dan gas rumah kaca yang ada di dalam atmosfer. Efek rumah kaca yang terdiri dari komponen gas alami dari atmosfer inilah yang bermanfaat.

Gas rumah kaca terdiri dari karbon dioksida, uap air, metana dan dinitogren oksida. Efek Rumah Kaca sangat berguna agar Bumi tidak membeku. Gas yang terperangkap di atmosfer bumi disebut gas rumah kaca, salah satunya adalah karbon dioksida. Gas Rumah Kaca yakni karbon dioksida sangat bermanfaat bagi bumi. Jika tidak ada gas tersebut, suhu bumi akan di bawah 180 derajat celsius.

Di sebut Efek Rumah Kaca karena memiliki prinsp yang sama dengan rumah kaca. Yakni memerangkap panas dalam rumah kaca. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, efek rumah kaca membantu memerangkap sinar matahari. Energi inframerah yang terperangkap dan menimbulkan panas ini disebut Efek Rumah Kaca. Kandungan gas yang semakin banyak sebanding dengan banyaknya panas yang dilepaskan.

Begitulah Efek Rumah kaca yang bermanfaat bagi Bumi dan kehidupan di dalamnya. Namun ternyata efek alami dari atmosfer ini juga memiliki dampak buruk bagi bumi. Hal ini diakibatkan banyaknya aktivitas manusia di Bumi yang menghasilkan karbon dioksida.

Meski efek rumah kaca bermanfaat, aktivitas manusia yang menghasilkan karbon dioksida yang sangat banyak dalam 200 abad terakhir dapat menyebabkan kerusakan. Misalnya, penggunaan kendaraan bermotor yang beremisi, pabrik-pabrik, pembakaran hutan, dan lainnya.

Efek Rumah Kaca Saat Ini

Salah satu Gas rumah kaca yakni karbon dioksida yang meningkat dapat menyebabkan kerusakan lapisan ozon. Sinar matahari yang terperangkap dan dipantulkan dengan bantuan karbon dioksida ini dapat merusak lapisan ozon yang berfungsi untuk menyaring sinar ultraviolet dan menghambat masuknya cahaya matahari yang ada di atmosfer.

Pola konsumsi kita yang menambah banyaknya panas akan merusak kondisi atmosfer kita sendiri. Karbon dioksida bukan satu-satunya faktor, masih ada faktor meningkatnya gas CFC yang juga diproduksi oleg manusia.

Nantinya, jika lapisan ozon yang terdapat di atmosfer akan berkurang, akan menyebabkan sinar matarhari gagal disaring oleh ozon. Hal ini kemudian menyebabkan naiknya suhu bumi terus menerus. Rusaknya ozon juga memicu pemanasan global atau global warming. Pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata di Bumi, yakni mencakup suhu atmosfer, laut, dan daratan.

Pemanasan global sudah kita rasakan hari ini. Suhu Bumi terasa semakin panas. Belum lagi dengan adanya pencairan es di Kutub Selatan dan Kutub Utara. Pencairan es tersebut menyebabkan naiknya permukaan laut. Sejumlah pesisir pun sudah tenggelam akibat naiknya air laut.

Kita sudah merasakannya sekarang. Fenomena-fenomena cuaca ekstrem sudah terjadi. Seperti timbulnya titik-titik panas yang menyebabkan hutan-hutan terbakar. Kasus hutan terbakar terburuk sepanjang sejarah adalah terbakarnya hutan Australia. Pembakaran itu turut memicu pemanasan global dan kepunahan flora dan fauna yang ada di Australia.

Pemanasan Global sangat berdampak bagi kehidupan Bumi. Ekosistem Bumi dapat berubah akibatnya. Ilmuwan memperdiksi akan ada lebih dari 20.000 spesies hewan yang akan punah jika pemanasan global tidak dicegah.

Upaya pencegahan pemanasan global sudah dilakukan oleh beberapa pihak yang secara sadar memiliki keinginan menyelamatkan kehidupan Bumi. Pemanasan global tidak sepenuhnya akan berhenti, tetapi upaya itu dapat memperlambat sekaligus menyadarkan manusia tentang kerusakan yang akan terjadi. Hal kecil yang bisa kita lakukan adalah menghemat listrik dan mengurangi mengendarai kendaraan pribadi.

Kesimpulan

Ternyata Efek Rumah Kaca punya peranan penting bagi kehidupan di Bumi. Efek Rumah Kaca berfungsi untuk mempertahankan panas rata-rata Bumi agar kita tidak menjadi es. Meski begitu, Efek Rumah Kaca yang bekerja secara alami, dapat menimbulkan pemanasan global karena aktivitas manusia yang meningkatkan gas karbon dioksida dan CFC.

Sudah terjawab pertanyaan benarkah efek rumah kaca bermanfaat? Kalau sudah mengetahui fakta tersebut, mau berusaha menjaga Bumi kita, kan? Pastinya, dong.

Sumber:

  • EFEK RUMAH KACA : Pengertian, Penyebab, Proses, Dampak, Contoh – The Gorbalsa.
  • Tingkat Efek Rumah Kaca Capai Rekor Tertinggi – Media Indonesia.
  • Jutaan Orang Tidak Menyadari Dampak Efek Rumah Kaca – Kumparan.
  • Global Warming Adalah Dampak dari Efek Rumah Kaca, Ini Cara Mengatasinya – Liputan 6.

(Diakses pada 5 April 2020)