mengapa letak astronomi berbeda karena terdiri dari garis lintang dan garis bujur

Hai, ketemu lagi dengan Bicara Indonesia. Kali ini kita akan membahas letak astronomis. Teman-teman pasti sudah belajar dong tentang letak astronomis saat SMP dan SMA dahulu. Kira-kira, mengapa letak astronomis wilayah berbeda, ya? Yuk, simak artikel di bawah ini!

Apa itu Letak Astronomis?

Letak astronomis adalah letak wilayah yang digariskan dengan posisi garis astronomis, yaitu garis lintang dan bujur. Garis tersebut akan membentuk sistem koordinat. Letak astronomis tidak terlepas dari dua garis maya (garis lintang dan garis bujur). Wilayah yang berada dalam cakupan bumi memiliki letak astronomis yang berbeda-beda.

Garis lintang merupakan garis pada bumi yang sejajar dengan ekuator. Garis lintang ini terdapat dua, yaitu garis Lintang Utara (LU) dan garis Lintang Selatan (LS). Garis Lintang Utara bermakna wilayah yang berada di utara ekuator.

Begitu pula dengan Lintang Selatan, yang berarti wilayang yang terdapat di selatan ekuator. Kedua garus ini diukur dengan satuan derajat. Paling rendah yakni 0 derajat, sedangkan paling tinggi terletak di kutub selatan dan utara sebesat 90 derajat.

Letak astronomis tidak terlepas dari letak geografi. Letak astronomis dapat berbeda dikarenakan pengukuran yang menggunakan derajat tersebut. Letak astronomis dapat menjelaskan letak geografis dari suatu wilaytah tersebut. Baik secara administrasinya, seperti kota, provinsi, atau desa.

Perbedaan letak astronomis juga menyebabkan perbedaan waktu di tiap negara. Misalnya di Indonesia ada 3 pembagian waktu, yaitu Waktu Indonesia Timur, Waktu Indonesia Barat, dan Waktu Indonesia Tengah. Perbedaan itu, juga berpengaruh pada penyebutan letak geografis dari suatu wilayah.

Tidak hanya garis lintang, terdapat pula garis bujur atau meridian yang mengubungkan kutub utara dan selatan. Garis tersebut vertikal atau tegak lurus terhadap garis lintang. Semua wilayah dihitung dari meridian 0 derajat.

Meridian merupakan meridian Greenwich yang dihitung dari Greenwich. Meridian ini disepakati pada 1885 saat kongres Meridian International di Washington. Meridian memiliki jarak sebesar 15 derajat di setiap garisnya.

Letak itu pula yang menjelaskan mengapa iklim ditiap negara berbedea-beda. Misalnya, Indonesia memiliki iklim tropis dan Belanda memiliki iklim subtropis. Sedangkan Mesir memiliki iklim Gurun atau Subtropis kering. Indonesia beriklim tropis dikarenakan letaknya berada di antara 23,5 derajat LU dan 23,5 derajat LS.

Apa Fungsi Garis Astronomis?

Garis astronomis memiliki fungsi yang sangat berguna untuk membedakan ciri-ciri dari suatu wilayah. Misalnya garis lintang menunjukkan perbedaan iklim yang dibagi oleh garis. Hal tersebut memudahkan para peneliti atau pelajar untuk mempelajari wilayah iklim tropis, subtropis, maupun subtropis kering.

Iklim tropis tidak hanya Indonesia saja. Ada Brazil, Amerika Tengah, Australia utara, dan sebagian besar negara Afrika. Dalam daerah beriklim tropis, matahari bersinar sepanjang waktu.

Sedangkan iklim subtropis merupakan negara dengan 4 jenis musim. Seperti Jepang, Korea Selatan, Inggris, Spanyol, Italia, dan lainnya. Irak dan Mesir masuk dalam iklim subtropis kering karena wilayah tersebut didominasi oleh iklimnya yang kering.

Garis bujur sendiri digunakan untuk menentukkan waktu di setiap belahan wilayah. Pada tiap jarak yang sudah ditentukan, 15 derajat ke bujur timur atau barat menunjukkan selisih waktu sebanyak satu jam atau 60 menit. Hal itu berdasarkan pada perhitungan perputaran matahari 260 derajat dibagi 24 jam, hasilnya adalah 15 derajat.

Garis bujur ini juga berguna untuk menunjukkan gerak rotasi bumi yang berpengaruh pada fenomena-fenomena bumi dengan matahari. Misalnya, terjadinya siang malam, gerhana matahari, gerhana bulan, dan perubahan musim yang dipengaruhi oleh gerak semu matahari. Sekaligus pembanding luas daratan dan lautan.

Garis bujur dan garis lintang sangat bermanfaat dalam letak astronomis dalam wilayah yang berbeda. Selain yang sudah disebutkan di atas, kegunaan garis ini juga menentukkan letak wilayah absolut yang digunakan dalam pembatasan negara maupun benua.

Apa Bedanya dengan Letak Geografis?

Letak geografis adalah letak yang diamati dari lokasi. Biasanya lebih dianggap sebagai tempat atau wilayah, kota, desa, atau semacamnya. Letak ini juga ditentukan dari letak astronomis, fisologi, serta geologis. Misalnya letak geografis Indonesia beraada di antara dua samudera, yakni Samudera Hindia dan Pasifik. Untuk daratam Inodnesia terletak di dua benua, Asia dan Australia.

Letak geografis juga menentukkan letak-letak perbatasan antar negara. Seperti Indonesua yang berada di antara negara-negara Asean dan Australia. Misalnya, Papua Nuigini dekat dengan Papua, ada Malaysia yang berada dekat dengan Malaysia.

Letak geografis juga menjelaskan letak absolut dan relatif dari suatu wilayah. Misalnya, saat kita menggunakan GPS untuk menuju ke suatu tempat yang terdapat dalam alamat tersebut. Ketika menggunakan GPS tersebut, arahan GPS akan mengarahkan kita pada letak relatif dari alamat yang kita tuju.

Jika lokasi absolut merupakan tempat di permukaan Bumi yang ditentukan oleh garis lintang dan bujur. Lokasi relatif bermakna tentang suatu wilayah berhubungan dengan wilayah lainnya. Artinya, lokasi tersebut dapat terhubung dengan jarak, budaya, atau teknologinya.

Contoh mudahnya, Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia terkhusus Sumatera, rumpun budayanya hampir sama. Seperti bahasa, masakan, dan pakaian. Hal tersebut bisa menjelaskan mengapa kebudayaan tersebut sama dengan kebudayaan dari negara lain.

Kesimpulan

Mengapa letak astronomis wilayah berbeda? Hal itu dikarenakan adanya perbedaan hitungan garis lintang dan garis bujur di beberapa wilayah. Perbedaan itu menjelaskan dalam perhitungan derajat, mengapa setiap daerah memiliki pasokan cahaya matahari yang berbeda dengan yang lainnya. Selain itu, letak astronomis tidak dapat terpisahkan dari letak geografis. Lokasi dari letak astronomis tentu berkaitan dengan geografis wilayah tersebut.

Sumber:

  • Location – National Geographic
  • Letak Astronomis dan Pembagian Waktu Indonesia – Guru Geografi.
  • Garis Astronomis pada Peta – Pengertian dan Jenisnya – Ilmu Geografi
  • Arti Letak Astronomis dan Geografis – Ilmu Geografi

(Diakses pada 13 April 2020)