Planet Jupiter dalam Tata Surya Sebagai Pelindung Planet Kecil

Bumi merupakan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan dalam sistem tata surya. Selain dikelilingi oleh bulan sebagai satelit, ternyata Bumi memiliki planet penjaga. Planet ini memiliki jarak terdekat 75 juta kilometer dengan Bumi. Planet ini memiliki nama Dewa Romawi Kuno, yakni Planet Jupiter, sebagai pelindung Bumi.

Jupiter merupakan planet yang memiliki ukuran lebih besar dari Bumi. Ukuran Bumi hanya bekisar 6.371 km saja. Jupiter memiliki diamater hampir 11 kali lipat besar Bumi, yakni memiliki radius 69.911 km. Jupiter juga memiliki lautan seperti Bumi. Namun, lautan tersebut tidak berisi air sekaligus biota laut yang sering kita lihat.

Laut Jupiter berisi logam cair yang ditutupi hidrogen dan helium yang berlapis tebal. Jupiter bukanlah planet seperti Mars dan Bumi yang memiliki daratan. Planet Luar ini hanya merupakan bola gas raksasa. Jupiter tersusun dari gas dan cairan.

Jupiter sebetulnya memiliki inti padat berbatu, hanya lapisan padat tersebut berlapis dengan hidrogen dan helium. Susunan atmosfirnya berupa metana, uap, air, amonia, dan benzana. Dari pengamatan, Jupiter memiliki warna oranye dan cokelat yang bercampuran seperti kelereng. Untuk warna putih garis-garis berasal dari atmosfer Jupiter yang berwarna putih.

Meski Jupiter memiliki ukuran yang besar dari bumi, ilmuwan ternyata usia Jupiter jauh lebih muda dari Bumi. Bumi berusia 4,543 miliar tahun. Sedangkan Jupiter berusia 4,503 miliar tahun. Jupiter sudah menjadi obyek tersbesar dalam tata surya dalam jutaan tahun. Bahkan sudah dapat menciptakan perbedaan tampilan di sistem tata surya.

Jupiter Menjadi Planet Tertua

Namun, dalam studi terbaru, Jupiter tenyata merupakan planet tertua dalam tata surya. Ilmuwan mengatakan Jupiter berusia 4,57 miliar tahun. Hal itu berdasarkan analisis terhadap meteorit yang jatuh di ke bumi. Inti planet Jupiter terbentuk saat gas nebula dari matahari masih ada.

Jupiter sendiri juga terbentuk karena memakan planet gas raksasa sekitar 600 juta tahun yang lalu. Bahkan, jauh sebelumnya yakni pada 4,5 miliar tahun yang lalu, Jupiter menyerap planet-planet lain atau protoplanet saat terjadi tabrakan saat pembentukan planet.

Banyaknya gas yang ada di Jupiter membuat planet yang bernama lain Zeus itu memiliki massa yang sangat besar. Totalnya bisa sebesar 2,5 kali total massa seluruh planet tata surya. Gravitasi dari Jupiter ini 2,5 kali percepatan gravitasi bumi.

Dengan gaya gravitasi sebesar itu, dalam studi terbaru, Jupiter memiliki 79 satelit alami. Empat di antaranya ditemukan oleh Galileo Galilei. Satelit-satelit tesebut adalah Io, Europa, Ganimede, dan Kalisto. Bahkan, dapat dikatakan keempat satelit itu memiliki ukuran yang lebih besar dari Merkurius.

Jupiter Sebagai Planet Pelindung Bumi, Kok Bisa?

Sistem Tata Surya

Dengan gravitasi yang besar melebihi bumi, ternyata planet Jupiter sebagai pelindung bumi. Tidak hanya berguna bagi planet itu sendiri, bahkan Jupiter berguna bagi planet sekitarnya.

Teorinya adalah Jupiter Shield, yakni Jupiter sebagai perisai. Dengan massa yang kuat sekali, ia layaknya perisai besar di luar angkasa. Gravitasi tersebut bisa merusak meteorit, komet, sampai asteroid yang melintas di dekat Jupiter.

Ilmuwan mengatakan, tanpa Jupiter, komet dan asteroid sudah menghancurkan Bumi bahkan saat planet itu belum terbentuk. Ilmuwan juga mengatakan, Jupiter dapat membelokkan komet. Meskipun Jupiter sering melemparkan berbagai “sampah” ke tata surya.

Jupiter juga disinyalir sebagai pelindung dari komet yang sangat berbahaya. Komet tersebut disebut Oort Cloud yang tersbentuk akibat pembekuan besar. Komet tersebut berbentuk bola yang mengelilingi tata surya yang berjarak satu tahun cahaya dari matahari.

Sejarah dalam astronomi mencatat, pada tahun 1994 komet Shoemaker-Levy 9 diprediksi menabrak bumi. Prediksi tersebut meleset. Saat komet ini melintasi Jupiter, komet Shoemaker-Levy 9 ditarik oleh Jupiter untuk. Komet tersebut akhirnya jatuh ke Jupiter, bukan Bumi.

Ternyata Jupiter dapat Mengancam Bumi

Namun, meski planet Jupiter sebagai pelindung Bumi, Jupiter juga dapat menjadi ancaman bagi bumi. Jupiter mampu menyerap benda-benda lain yang jauh dari bumi. Jupiter juga menjadi pelempar komet terbanyak di tata surya. Besar kemungkinan komet dari Jupiter tersebut mengenai bumi. Bahkan, ilmuwan mengatakan komet dari Jupiter dapat menghancurkan bumi.

Misalnya, saja Komet Lexell yang ditemukan pada tahun 1770 tersebut mendekati bumi karena planet Jupiter. Sebelumnya, Komet Lexell melintas dekat dengan Jupiter. Sesuai dengan sifat Jupiter, pada tahun 1967, planet tersebut menyerap komet tesebut dan melemparnya mendekati bumi. Orbit Komet Lexell dibelokkan langung menuju Bumi oleh Jupiter.

Ilmuwan lainnya mengatakan bawa Jupiter Family Comets (JFS), salah satunya yakni Komet Lexell, memiliki potensi besar menabrak Bumi. Sehingga, perlu adanya penelitian lebih lanjut, seperti apakah peran ganda Jupiter ini. Apakah Jupiter teman atau musuh?

Sumber:

  • How Jupiter Protects Us – Big Think.
  • Jupiter: Our Cosmic Protector? – New York Times.
  • 9 Fakta Jupiter, Planet Raksasa Pelindung Bumi yang Punya Lautan! – IDN Times.
  • Jupiter: Si Pelindung Bumi Kita – Info Astronomi.
  • Membandingkan Ukuran Bumi dengan Planet Jupiter – Info Astronomi.
  • Ilmuwan Ungkap Misteri Umur Jupiter dari Meteorit di Bumi – Tempo.
  • Jupiter Dinobatkan Sebagai Planet Tertua dalam Tata Surya – Beritagar.
  • Jika Jupiter Lemparkan Komet ke Bumi, Kita Punah seperti Dinosaurus – Kompas Sains.