9 Gempa Bumi Terdahsyat dalam Sejarah

Fenomena gempa bumi bisa dibilang adalah hal yang biasa terjadi d Indonesia. Negara kita menjadi salah satu negara yang paling rawan terkena gempa bumi karena Indonesia terletak di atas Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia sehingga mudah dilanda gempa bumi. Namun, ternyata ada beberapa gempa bumi terdahsyat yang tercatat dalam sejarah. Yuk, simak 9 gempa bumi terdahsyat dalam sejarah.

Bagaimana gempa bumi terjadi?

Gempa bumi merupakan sebuah bencana alam berupa getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat adanya pergeseran lempeng bumi. Gempa bumi tidak hanya terjadi di daratan saja, lho. Pergeseran lempeng bumi di dalam laut juga dapat terjadi dan menimbulkan bencana alam lain yaitu tsunami. Terkadang, gempa bumi ditandai dengan getaran atau guncangan kecil terlebih dahulu.

Tangshan, China (7,6 SR)

Gempa bumi ini dikenal sebagai Great Tangshan Earthquake, bencana alam yang diakibatkan oleh gempa berkekuatan 7,6 SR pada 28 Juli 1976 dan melanda wilayah di sekitar Tangshan, Hebei, dan Republik Rakyat Cina.

Bencana ini setidaknya menyebabkan lebih dari 242.000 orang tewas, 85% bangunan di Tangshan runtuh, semua layanan gagal dan sebagian besar jalan raya dan jembatan kereta api runtuh atau mengalami kerusakan parah.

Shanxi, China (8,0 SR)

9 Gempa Bumi Terdahsyat dalam Sejarah
Gempa Shaanxi (Devastating Disasters)

Gempa bumi yang tercatat sebagai gempa yang tercatat sebagai gempa paling mematikan dalam sejarah ini terjadi pada 23 Januari 1556, selama dinasti Ming dengan kekuatan sebesar 8,0 SR. Menurut catatan kekaisaran, bencana ini menelan korban jiwa sebanyak 830.000 orang.

Walaupun ‘hanya’ 8,0 SR, hampir seluruh wilayah bagian dalam Cina telah hancur dan diperkirakan 60% populasi di wilayah tersebut meninggal, akibatnya hampir menyamai akibat virus dan pandemi terburuk dalam sejarah.

Nias, Indonesia (8,6 SR)

Gempa di Nias terjadi pada 28 Maret 2005, di Sumatra bagian utara. Gempa dengan kekuatan 8,6 SR ini setidaknya menyebabkan 1000 orang tewas, 300 orang terluka dan 300 bangunan di Nias hancur. Tidak hanya itu, di Simeulue dilaporkan sekitar 100 orang tewas, banyak korban terluka lainnya dan beberapa bangunan mengalami kerusakan; di Kepulauan Banyak terdapat 200 korban jiwa; serta di daerah Meulaboh terdapat 3 orang tewas, 40 orang terluka dan beberapa kerusakan.

Gempa Nias ini juga menimbulkan tsunami dan merusak beberapa wilayah, seperti pelabuhan dan bandara di Simeulue yang rusak karena gelombang setinggi 3 meter; lalu di pantai barat Nias diterjang gelombang setinggi 2 meter; dan di daerah Singkil dan Meulaboh diterjang gelombang setinggi 1 meter. Selain itu, setidaknya 10 orang tewas selama proses evakuasi di pantai Sri Lanka.

Rat Islands, Alaska (8,7 SR)

Terjadi pada 4 Februari 1965, gempa dengan kekuatan 8,7 SR ini memicu tsunami yang dilaporkan setinggi 10,7 meter di Pulau Shemya. Tsunami ini menyebabkan banjir di Pulau Amchitka dan menimbulkan kerusakan senilai 10.000 USD. Tidak ada laporan mengenai kematian atau cedera dalam bencana ini.

Kamchatka, Rusia (9,0 SR)

Gempa Kamchatka terjadi pada 4 November 1952. Gempa berkekuatan 9,0 SR ini menghasilkan tsunami yang menyebabkan kerusakan besar di Kepulauan Hawaii. Kerusakan properti diperkirakan sekitar 1.000.000 USD. Seorang petani di Oahu melaporkan bahwa 6 sapi tewas karena bencana tersebut. Untungnya, tsunami yang dilaporkan memiliki tinggi gelombang lebih dari 9 meter ini tidak sampai menelan korban jiwa.

Honshu, Jepang (9,1 SR)

Gempa bumi ini terjadi di dekat pantai timur laut Honshu, Jepang pada 11 Maret 2011. Bencana ini menyebabkan setidaknya 15.703 orang tewas, 4.647 orang hilang, 5.314 orang terluka, 130.297 orang mengungsi; dan setidaknya 332.395 bangunan, 2.126 jalan, 56 jembatan, dan 26 jalur kereta api hancur atau rusak.

Mayoritas korban dan kerusakan terjadi di wilayah Iwate, Miyagi, dan Fukushima akibat tsunami Pasifik. Kerugian yang disebabkan bencana ini diperkirakan mencapai 309 miliar dolar AS.

Andaman-Sumatra, Indonesia (9,1)

9 Gempa Bumi Terdahsyat dalam Sejarah
Gempa Kepulauan Andaman-Sumatra pada peta. (Lamont-Doherty Earth Observatory)

Terjadi pada 26 Desember 2004 dengan kekuatan 9,1 SR, gempa ini menjadi yang terbesar ketiga di dunia sejak tahun 1900 dan merupakan yang terbesar sejak gempa bumi Prince William Sound di tahun 1964.

Gempa di Andaman juga menyebabkan tsunami dan menelan korban jiwa sebanyak 227.900 orang, dengan sekitar 1,7 juta orang mengungsi di 14 negara di Asia Selatan dan Afrika Timur. Pada tanggal 28 Desember, gunung berapi lumpur mulai meletus di dekat Baratang, Kepulauan Andaman, yang diduga masih berkaitan dengan gempa beberapa hari sebelumnya.

Prince William Sound, Alaska (9,2 SR)

Gempa di salah satu wilayah Alaska ini terjadi pada 28 Maret 1964 dengan kekuatan 9,2 SR dan durasi selama 3 menit. Gempa ini juga menyebabkan adanya tsunami yang menelan korban jiwa sebanyak 131 nyawa dengan rincian, tsunami sebanyak 122 orang dan gempa 9 orang.

Gempa ini juga menyebabkan kerugian sekitar 2,3 miliar dolar (dalam dolar 2013). Beberapa kota mengalami dampak yang cukup besar, antara lain Anchorage, Chitina, Glennallen, Homer, Hope, Kasilof, Kenai, Kodiak, Moose Pass, Portage, Seldovia, Seward, Sterling, Valdez, Wasilla, dan Whittier.

Valdivia, Chili (9,5 SR)

Gampa Valdivia Chili
Gempa Valdivia (National Geographic)

Gempa ini terjadi pada 22 Mei 1960 dengan kekuatan sebesar 9,5 SR. Gempa bumi ini menewaskan sekitar 1.655 orang, 3000 orang terluka dan 2 juta orang kehilangan tempat tinggal. Kerusakan yang disebabkan bencana ini diperkirakan menelan biaya sekitar 550 juta USD di Chili Selatan. Daerah Valdivia-Puerto Montt menjadi wilayah dengan kerusakan yang parah.

Selain itu, tsunami yang ditimbulkan menyebabkan kematian dan kerusakan sampai keHawaii, Jepang, dan Filipina. Dua hari setelah gempa awal melanda, gunung berapi Puyehue meletus, mengirimkan abu dan uap hingga 6 km ke atmosfer selama beberapa minggu. Gempa ini menjadi gempa terbesar di abad ke-20.

Kesimpulan

Ternyata gempa bumi masih menjadi bencana yang paling menakutkan dan merugikan, karena tidak hanya menghasilkan gempa itu sendiri tapi terkadang menimbulkan bencana lainnya seperti tsunami. Sangat dibutuhkan tindakan yang cepat dan tanggap dalam menangani bencana alam yang satu ini.

Penting juga untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur evakuasi yang ada jika terjadi gempa bumi. Selain itu, jangan lupa juga untuk terus ikuti perkembangan terkini soal misteri ilmu pengetahuan dan alam semesta lainnya hanya di Bicara Indonesia!

Sumber:

  • Earthquakes: 10 Biggest in History – Australian Geographic
  • 20 Largest Earthquakes in the World – US Geological Survey
  • Tohoku Earthquake – Wikipedia
  • Tangshan Earthquake – Wikipedia
  • Rat Islands Earthquake – Wikipedia
  • Shaanxi Earthquake – Wikipedia
  • The Science of Earthquake – US Geological Survey