Halo, selamat datang kembali di Bicara Indonesia. Pada kesempatan kali ini Bicara akan mengajak kalian untuk membahas mengenai satelit Herschel dan Planck.

Kedua satelit ini adalah satelit bersaudara. Mereka diluncurkan secara bersamaan, Tapi membawa misi yang berbeda. Well, ada banyak yang akan kita bahas mengenai Satelit Herschel dan Planck. Apa saja? simak kisah selengkapnya disini.

Herschel dan Planck

Satelit Herschel dan Planck adalah sebuah observatorium luar angkasa miliki ESA atau European Space Agency. Kedua satelit ini adalah satelit inframerah terbesar pertama yang diluncurkan keluar angkasa.

Satelit Herschel dan Planck

Well, jika kalian sudah membaca artikel mengenai Teleksop James Webb dari Bicara, disana kita sudah bahas sedikit mengenai Herschel.

Peluncuran Herschel dan Planck

Satelit Herschel dan Planck diluncurkan secara bersamaan pada tanggal 14 Mei 2009 menggunakan Roket Ariane 5. Setelah sampai di orbit yang ditentukan, kedua teleskop ini berpisah dan menjalankan misi mereka masing masing.

Sebenarnya peluncuran kedua teleskop ini ditujukan agar para ilmuwan bisa melihat lebih jauh lagi apa yang ada di alam semesta. Karena selama melakukan pengamatan melalui teleskop di Bumi ataupun dengan teleskop lain, pengamatan objek objek bersuhu dingin di alam semesta itu bisa dibilang kurang memuaskan, kenapa?

Karena pengamatan teleskop biasa sangat terbatas, cahaya yang berasal dari luar angkasa terhalangi oleh atmosfer Bumi. Sehinngga beberapa objek jauh yang bersuhu lebih dingin hanya terlihat seperti gumpalan hitam saja dari teleskop ini. Dengan diluncurkan nya kedua satelit ini, gambar yang di dapatkan oleh teleskop akan lebih jelas lagi, karena kedua satelit ini sama sama dilengkapi dengan sebuah cermin yang berukuran 3,5 meter. Cermin tersebut sangatlah sensitif terhadap gelombang inframerah.

Kedua teleskop ini berada pada orbit sejauh 1,5 juta kilo meter dari permukaan Bumi, tepatnya pada orbit terjauh Bumi atau Orbit Geostationer. Yaitu pada titik L2 yaitu titik diantara orbit Bumi dengan Matahari. Titik ini menjaga agar teleskop tetap berada seimbang dari tarikan gravitasi Bumi maupun Gravitasi Matahari.

Sehingga memungkin kan teleskop agar kecepatannya sama dengan kecepatan rotasi Bumi terhadap Matahari.

Partisipasi NASA dalam Misi Herschel dan Planck

Well, kedua satelit bersaudara ini adalah proyek milik agensi Eropa, tapi ternyata NASA ikut ambil andil dalam menjalankan keberasilan misi ini loh guys. NASA ikut berpartisipasi dalam Misi peluncuran Herschel dan Planck.

Misi Herschel dan Planck

Well, seperti yang tadi Bicara ucapkan sebelumnya kalau Herschel dan Plack ini walaupun diluncurkan secara bersamaan, mereka membawa misi yang berbeda, kedua satelit ini berbagi tugas dan area penelitian.

Herschel

Herchel yang merupakan kakak Planck, bertugas untuk mengamati dan mendeteksi cahaya objek yang memiliki suhu sedingin -263 derajat celcius, dan juga mendeteksi asal mula terbentuknya calon bintang atau proses pembentukan galaksi dari bayi galaksi, serta komposisi kimia yang ada di alam semesta.

Planck

Sedangkan si adik, Planck, bertugas untuk mencari jawaban mengenai asal mula terbentuknya alam semesta dan bagaimana perkembangan alam semesta di masa depan. Dengan cara mendeteksi sisa radiasi dari Ledakan Besar atau Big Bang. Well dengan misi sebesar ini, tentunya Planck memiliki kemampuan untuk melihat masa lalu alam semesta 400.000 tahun setelah terjadinya Big Bang.

Keberhasilan Misi Herschel dan Planck

Kedua satelit ini sama sama berhasil menjalankan tugas mereka, mereka menjalankan ribuan pengamatan di alam semesta. Apa saja?

Herschel

Salah satu penemuan Teleskop Herschel adalah mengetahui kalau Komet Shoemaker-Levy 9 adalah penyebab adanya air di Planet Jupiter, itu adalah satu dari ribuan pengamatan ilmiahnya. Dan by the way, kemampuan Herschel untuk dapat mengamati objek dingin di alam semesta bergantung pada bahan pendingin miliknya. Yaitu helium cair. Helium cair ini akan menjaga herschel dan instrumennya agar tetap dingin. Jika helium ini habis, maka masa tugas herschel akan berakhir. Karena tanpa pedingin ini, instrumen sains miliknya tidak akan bisa berfungsi dengan baik.

Planck

Teleskop Planck juga nggak kalah guys, dia sudah berhasil menjalankan misinya dan mengetahui berapa umur alam semesta ini. Selain itu ia juga sudah melakukan penelitian terhadap dark matter atau materi gelap di alam semesta. Ia juga telah berhasil memetakan anisotropi latar belakang gelombang mikro kosmik atau Cosmic Microwave Backround CMB selama masa penelitiannya.

Well keren sekali ya guys Herschel dan Planck ini. Tapi ngomong ngomong, masa tugas Planck dan Herschel sudah berakhir pada 2013 lalu.

Akhir Perjalanan Herschel dan Planck

Pada 29 April 2013, Herschel telah dinonaktifkan karena helium yang berfungsi sebagai bahan pendinginnya habis. Ia saat ini diletakan di orbit dekat Matahari. Dan adik Herschel, Planck menyusulnya pada 23 Oktober 2013 untuk beristirahat dekat orbit Matahari, kini mereka berdua melayang layang di alam semesta.

Dan Bumi saat ini sudah tidak menerima sinyal apapun dari Herschel dan Planck. Bumi sudah memutuskan hubungan dengan Herschel dan Planck. Tujuan membuah kedua satelit ini ke dekat orbit matahari dan memutuskan sinyal dari kedua teleskop ini adalah agar tidak mengganggu peluncuran misi misi baru lainnya yang akan melanjutkan misi mereka berdua.

Kesimpulan

Well walau misi kedua teleskop ini hanya berjalan selama kurang lebih 30 Bulan, penemuan mereka cukup membantu kehidupan di Bumi dalam memahami alam semesta. Kasih tepuk tangan dan apresiasi untuk kedua teleskop ini ya. Tanpa mereka Bicara juga kayaknya nggak bakalan ada deh.

Well, setelah Herschell dan Planck, ada teleskop inframerah super lain yang akan diluncurkan oleh NASA, yaitu James Webb. Semoga saja James Webb bisa memberikan informasi yang lebih lengkap lagi mengenai alam semesta ya guys, kita tunggu saja tanggal main nya ok?

Sumber :

  • Satelit Ini Siap Dibuang di Dekat Matahari – National Geographic
  • Herschel and Planck on Way to Study Our Cosmic Roots – NASA
  • Planck – Wikipedia
  • Herschel – Wikipedia
  • Mengenal Teleskop Herschel Milik ESA – Amazing Universe