Hi guys, Selamat datang kembali di Bicara Indonesia. Pada kesempatan kali ini bicara akan mengajak kalian untuk membahas penemuan penemuan terbaru di Luar angkasa yang baru baru ini ditemukan oleh para astronom kita, apa aja ya kira kira? Simak selengkapnya disini.

Danau Bawah Tanah di Mars

Sebelumnya telah dilakukan penelitian oleh para ilmuwan terhadap batuan di mars dan memang pada penelitian tersebut ditemukan adanya air di Planet Mars, tapi hanya berupa bentuk es dan uap air. Namun saat ini ada bukti yang menunjukan bahwa mars masih memiliki air.

Pada Agustus 2018 lalu telah muncul sebuah studi yang mendukung gagasan bahwa air masih terdapat di planet Mars. Penelitian ini didukung dengan adanya radar MARSIS, yang tugasnya memeriksa apa yang ada dibawah 1,6 km es di wilayah kutub selatan planet Mars. Dari hasil pemeriksaan tersebut terdeteksi sebuah objek yang tampak seperti danau bawah tanah selebar 20 km.

Kalau penemuan ini benar berarti mars akan menjadi planet yang layak huni bagi kehidupan makhluk Bumi guys, termasuk juga kehidupan manusia, wow!

Far out

Penemuan Terbaru di Luar Angkasa yang Menakjubkan! 2018  VG18 atau Far Out
2018 VG18 atau Farout – NASA

Pada bulan Desember 2018, para ilmuwan menemukan planet kerdil bernama 2018 VG18, ia adalah objek tata surya terjauh yang pernah diketahui, itulah sebabnya ia diberi julukan Far Out. Atau bahasa indonesia nya sih artinya “jauh sekali” ya. Planet ini adalah satu-satunya objek di tata surya yang mengorbit lebih dari 100 kali jarak dari bumi ke matahari. Dengan kata lain si far out ini membutuhkan waktu lebih dari seribu tahun untuk mengelilingi Matahari kita. Lama banget ya guys.

Tapi bukan cuma itu aja yang menarik, Tepat dimana ditemukannya si far out ini terdapat objek lainnya yang terletak sangat jauh, tapi mereka memiliki orbit yang serupa. Jika benar objek tersebut memiliki orbit yang sama, ini dapat membantu membuktikan bahwa ada sesuatu diluar sana yang mempengeruhi orbit objek tersebut, menurut para ilmuwan bisa saja itu adalah sebuah planet masif yang saat ini dikenal dengan planet nine atau planet X.

Exomoon Pertama

Seperti yang kita ketahui jika ada sebuagh objek yang mengelilingi sebuah objek yang lebih masif seperti planet, berarti ia adalah sebuah satelit alami. Seperti Bulan yang merupakan satelit alami milik Bumi.

Nah pada bulan oktober 2018, dua orang astronomers bernama Alex Theacey dan David M. Kipping menerbitkan sebuah studi di bidang sains tentang penemuan terbaru sebuah exomoon yang pertama di luar angkasa. Well, Exomoon itu adalah sebuah satelit alami exoplanet ya guys. Exoplanet adalah planet yang ada di luar tata surya kita. Pokoknya yang berawalan exo exo gtu berarti adalah objek diluar tata surya kita ehehe. Dan yang pasti bukan boyband !

Exomoon yang di bahas oleh kedua astronom ini mengorbit pada Planet Kepler 1625b, yang terletak 8000 tahun cahaya jauhnya. Hmm kira kira sekitar 9,4 triliun dikali 6 ribu lah guys berapa tuh? Itung sendiri coba.

Trappist-1e

Pada bulan november 2018, ada sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal astrofisika mengenai sebuah planet yang mengorbit bintang Trappist-1 yang memiliki kemungkinan layak huni. Ia terletak 39 tahun cahaya atau sekitar 368 triliun km jauhnya dari Bumi.

Ukuran Bintang Trappist-1 lebih kecil dari Bumi baik dalam masa maupun radiusnya. Tapi yang menarik, ia diorbit oleh 7 planet yang ukurannya kurang lebih sama dengan ukuran Bumi. Wow, kecil kecil cabe rawit ya dia.

Salah satu planet trappist-1 yaitu trappist 1e diperkirakan mengandung sumber air di permukaannya dan memiliki banyak oksigen. Penemuan exoplanet ini dapat membantu para ilmuwan untuk mengidentifikasi bagaimana proses yang membuat sebuah planet bisa menjadi layak huni bagi kehidupan seperti halnya di Bumi.

Air Beku di Bulan

Sebelumnya telah dilakukan penelitian yang menghasilkan sebuah petunjuk apakah terdapat es di Bulan atau tidak. Tapi pada tahun 2018 silam terdapat bukti mengenai keberadaan air beku di Bulan.

Para ilmuwan menerbitkan studi mereka dalam Proceedings of the National Accademy of Sciences pada Agustus 2018, menggunakan sebuah instrumen yang dikenal sebagai Moon Mineralogi Mapper atau M3, untuk membedakan air beku di Bulan tersebut merupakan bentuk lain dari es atau kah air.

Mereka menemukan adanya es yang sangat tua di Bagian Utara Bulan, khususnya pada kawah dingin yang tidak pernah terpapar sinar matahari secara langsung.

Oumuamua

News | NASA Learns More About Interstellar Visitor 'Oumuamua
Oumuamua – NASA

Pada bulan Oktober 2017, para peneliti menemukan sebuah objek luar angkasa yang tidak biasa, ia bergerak dengan kecepatan hampir 92 ribu km/jam. Objek ini diberi nama Omuamua, lucu sekali ya namanya ehehe. Objek ini adalah objek antar bintang pertama dan satu satunya yang melewati tata surya kita sampai pada saat ini.

Menurut para ilmuwan objek ini memiliki ukuran 400-800 meter panjangnya, dan memiliki bentuk yang pipih dan tipis. Masih belum diketahui apa sebenarnya objek ini, tapi sebagian besar komunitas ilmiah menganggapnya sebagai komet, dan ada juga yang mengatakan bahwa ia adalah sebuah asteroid atau komet zombie, dan bahkan ada juga yang bilang kalau objek ini adalah pesawat luar angkasa dari peradaban lain?.

Wow kalo menurut kalian apa nih? Ada yang tahu? Coba komen dibawah kalo kalian punya pendapat apa sih sebenarnya objek ini.

Bibit Emas Luar Angkasa

Bibit emas? Maksudnya? Kalian pasti penasaran sama yang satu ini dan sudah ngebayangin yang enggak enggak kan kalo denger kata emas? Ehehe

Pada bulan Oktober 2017 lalu, para astronom berhasil menemukan dari mana unsur-unsur berat seperti platinum emas dan uranium berasal. Dengan bantuan LIGO atau Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory dan interferometer Virgo, mereka dapat menemukan adanya dua bintang neutron bertabrakan dengan satu sama lain, letaknya sekitar 130 juta tahun cahaya dari bumi.

Karena massa kedua objek ini sangat besar dan padat, tabrakan antara dua objek ini menyebabkan gelombang gravitasi dan menghasilkan pembentukan unsur unsur berat seperti emas. Dari penemuan tersebut para peneliti berasumsi sepertinya sebagian besar unsur unsur berat di Bumi berasal dari supernova atau ledakan sebuah bintang.

Hmm benar juga ya. Kalo kita menilik kebelakang bagaimana asal usul tata surya terbentuk, teori ini masuk akal juga.

Kesimpulan

Nah, itu adalah 7 penemuan terbaru di Luar angkasa yang ditemukan oleh para ilmuwan. Well memang keren sekali ya penemuannya, dan beberapa diantaranya sangat membantu dalam meneliti lebih lanjut mengenai alam semesta ini. Jadi pemahaman manusia mengenai alam semesta bisa semakin dalam. Tapi tetep aja, semakin dalam kita mengenal luar angkasa, semakin banyak juga pertanyaan yang muncul mengenai alam semesta, ehehe.

Sumber :

  • Recent Space Discoveries That Blew Our Minds – Youtube
  • Oumoamua – Wikipedia