5 Anak Ber-IQ Tinggi di Dunia, Bagaimana Nasibnya Sekarang

Anak dengan IQ Tinggi – Kata orang, tampang rupawan adalah privilege tersendiri. Sebab orang dengan tampan rupawan di anggap bisa menyelesaikan Sebagian besar masalah dalam hidupnya.

Padahal, ada hal lain yang bisa membawa lebih banyak privilege. Dia adalah kecerdasan. Dengan kecerdasan, banyak masalah bisa selesai. Masalah berhitung dan tugas di sekolah misalnya.

Salah satu tolak ukur kecerdasan adalah tingkat IQ. Anak-anak dengan IQ tinggi di anggap sebagai orang jenius. Banyak dari mereka memiliki kecerdasan luar biasa, bahkan di atas rata-rata kecerdasan anak seusianya. Siapa saja mereka? Yuk, simak ulasannya.

Kim Ung Yong (IQ 210)

Kim Ung Yong merupakan salah satu anak yang memiliki IQ cukup tinggi.

Konon, Kim Ung Yong lahir dengan IQ 210. Super jenius! Di ulang tahunnya yang kedua, Kim Ung Yong bisa berbicara banyak Bahasa asing seperti Inggris, Jerman, dan Jepang.

Di usianya yang baru menginjak 3-6 tahun saat itu, ia sudah menjadi mahasiswa tamu di Universitas Hanyang, Korea Selatan. Menginjak usia 7 tahun, Kim Ung Yong mendapat undangan resmi dari NASA dan bekerja di NASA saat usianya baru menginjak 15 tahun.

Yang mengejutkan, menurut pengakuan Kim Ung Yong, kehidupan yang ia jalani tak ubahnya seperti robot. Ia mengerjakan hal yang sama setiap harinya. Sehingga saat mulai dewasa, ia memutuskan berhenti bekerja dari NASA dan mengajar di tanah airnya.

Sedihnya, media dengan jahat memberi julukan “genius loser” karena keputusannya itu. Padahal ia begitu mencintai pekerjaannya sekarang.

Konon, 2014 lalu ia baru saja mendapat penghargaan sebagai professor di tempatnya mengajar kini. Wah, selamat Pak Ung Yong!

William James Sidis (IQ 300)

William james sidis, seorang anak ber-IQ tinggi melebihi einstein

William James Sidis disebut sebagai anak dengan IQ tertinggi sepanjang sejarah. Bagaimana tidak, pria keturunan Yahudi ini memiliki IQ setinggi 300.

Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, ia sudah duduk di Harvard sebagai mahasiswa jurusan Matematika. Dia juga fasih menguasai 40 bahasa yang berbeda dari seluruh dunia.

Tak seperti IQ-nya yang cemerlang, cerita menyebutkan kisah sedih James hingga akhir hidupnya. Pria jenius ini pernah dianggap gila oleh ayah kandungnya sendiri karena IQ yang tinggi dan kekritisannya.

Namun, baru kemudian diketahui bahwa James adalah bahan percobaan sang ayah. Sejak kecil ia dibiasakan belajar sepanjang hari sehingga ia punya kemampuan bersosialisasi yang buruk hingga sering mengalami bullying.

Akhir tragisnya dimulai pada tahun 1919 saat ia ditangkap karena mengikuti demo menolak kebijakan wajib militer di Jerman pada era Perang Dunia I.

Lepas dari penjara James melanjutkan hidup sebagai pemulung besi. Ia pun dikabarkan meninggal karena pendarahan otak. Hm… sedih banget ya

Gregory Smith

Gregory Smith

Gregory Smith seolah mematahkan anggapan soal orang jenius itu kebanyakan punya masalah dengan bersosialisasi. Buktinya, ia meraih Penghargaan Nobel Perdamaian di usia 12 tahun. Dengan kecerdasannya, ia menjadi pegiat perlindungan anak seluruh dunia.

Gak hanya itu, Gregory juga sudah menginjak bangku kuliah di usia 10 tahun. Bukan cuman Penghargaan Nobel, Ia diberikan penghargaan oleh Bill Clinton dan Mikhail Gorbachev. Sampai saat ini, ia masih jadi anak muda yang menginspirasi. Wah hebat banget ya!

Lydia Sebastian

Lydia Sebastian
Source : Tele Star

Anak cerdas satu ini jago banget bermain biola di usia 4 tahun. IQ-nya juga dinilai sangat tinggi, padahal menurut sang ayah Lydia hanya belajar dari test IQ yang ada di internet.

Hingga akhirnya pada tahun 2015 lalu, Lydia daftar Mensa, organisasi orang-orang dengan IQ tertinggi di dunia, dan lulus menjadi salah satu anggota termuda dengan IQ setinggi 162.

Haryz Nadzim Mohd Hilmy Naim

Haryz Nadzim Mohd Hilmy Naim

Di usia 3 tahun, bocah berdarah Malaysia yang tinggal di Inggris ini menjadi anggota Mensa termuda di Inggris.

Meski jadi anak cerdas di usia muda, seorang Psikolog yang khusus menangani anak-anak dengan kecerdasan tingkat tinggi mengatakan bahwa Haryz seperti anak umur 3 tahun pada umumnya.

Ia senang bermain lompat-lompat, berlarian, dan kegiatan balita lainnya. Gak heran kalau anak hebat ini punya IQ tinggi, sebab ia lahir dari orang tua hebat yang punya latar Pendidikan Teknik. Keren!!!

Joey Alexander

Joey Alexander

Yang terakhir adalah anak dari tanah air kita, Indonesia. Adalah Joey Alexander, musisi cilik yang menginspirasi dunia. Ia sering disebut sebagai anak ajaib di bidang music jazz. Kehebatannya banyak diulas oleh media luar negeri dan internasional.

Anak hebat satu ini belajar musik secara otodidak di usia 6 tahun. 3 tahun kemudian dia sudah menyabet penghargaan Grand Pix, sebuah ajang yang diikuti lebih dari 40 penyanyi dari 17 negara.

Joey dan keluarga mulai menetap di New York sejak 2014 lalu. Ia pun sudah mengeluarkan album pertama di tahun 2015 dengan tajuk ‘My Favorite Things’

Kesimpulan

Gimana? Apakah cerita 6 orang di atas membuatmu insecure? Please don’t be! Karena semua orang lahir dengan kelebihannya sendiri. Termasuk kamu. Iya. Kamu…

Sumber :

  • Jenius, Anak Tiga Tahun Asal Malaysia Masuk Komunitas IQ Tertinggi di Dunia – Merdeka
  • Inilah Deretan Anak-Anak Paling Jenius di Dunia, Bahkan Ada yang Bisa Mengalahkan Einstein! – Hipwee
  • 8 Anak Paling Jenius Sepanjang Zaman, Prestasinya Mengagumkan! – IDN Times
  • 10 Orang Ber-IQ Tinggi di Seluruh Dunia dan Cara Mereka Mendapatkannya – Hipwee