Inilah Kisah Giulia Tofana, Sang Penjual Racun Indah yang Memakan 600 Korban
Wikipedia

Giulia Tofana merupakan seorang wanita italia yang lahir pada zaman renaissance. Sejak kecil kepintaran Giulia Tofana sudah terlihat terutama ketertarikannya terhadap bidang obat-obatan.

Setiap hari ia akan mengunjungi toko ramuan obat terdekat hanya untuk belajar mengenai isi dari obat-obat tersebut. Kegiatan itu tak pernah berhenti dan terjadi disetiap harinya.

Ketika beranjak dewasa Giulia Tofana tumbuh menjadi seorang wanita yang memiliki paras wajah yang begitu cantik dan mempesona.

Tak hanya itu kepintaran yang dimilikinya pun menjadi pelengkap segalanya. Ketika dewasa Giulia Tofana yang juga memiliki ketertarikan terhadap bidang kosmetik mendirikan bisnis kosmetik yang terkenal di zaman tersebut.

Kecantikan dan kepintaran menutupi segala yang telah dilakukan wanita ini. Berselimutkan itu semua ia menciptakan sesuatu yang menyeramkan sekaligus menjadi berkah bagi para istri di masa renaissance.

Zaman dimana jurang antara wanita dan pria yang begitu jauh, berikut kisah Giulia Tofana yang membunuh 600 orang dan kisah menyedihkan zaman renaissance

Inilah Kisah Giulia Tofana, Sang Penjual Racun Indah yang Memakan 600 Korban
Giulia Tofana – BeHist

Percikan Api Terbentuknya Racun

Pada abad ke-17 jurang perbedaan antara wanita dan laki-laki sangatlah besar. Seperti wanita yang tidak mendapatkan pendidikan sedangkan kaum laki-laki mendapatkan pendidikan yang sangat pantas.

Hal tersebut terjadi terhadap semua kasta wanita saat itu tidak kecuali para kaum bangsawan. Membuat kebanyakan para wanita tersebut tidak dapat membaca ataupun menulis.

Para wanita tersebut hanya dipersiapkan untuk menjadi seorang istri yang penurut dan melayani suaminya dengan baik. Praktek pernikahan yang terjadi kala itu cukup mengerikan untuk dibawa ke era saat ini.

Sebab jika seorang laki-laki menyukai perempuan tersebut, Tidak peduli perempuan itu tidak menginginkannya atau bahkan telah memiliki pasangan yang kelak akan mempersuntingnya dengan menggunakan uang hal tersebut akan selesai saat itu juga.

Benar, orang tua perempuan akan diberikan sejumlah uang dari pihak laki-laki dan secara otomatis kepemilikan wanita secara menyeluruh berada pada suaminya.

Pada abad ke-14 pula terjadinya KDRT menjadi yang hal sangat biasa saat itu. Para suami akan memukulnya istrinya hingga babak belur seakan tak ada lagi arti sebagai seorang istri.

Hal tersebut memicu Giulia Tofana menciptakan sebuah racun mematikan yang mampu membuat para korban yang meminumnya mati secara perlahan.

Fakta menariknya adalah kebanyakan pelanggan dari Giulia Tofana merupakan istri-istri yang di siksa oleh suaminya, yang diakibatkan oleh keputusasaan yang dimiliki para istri tersebut.

Seorang Pebisnis Kosmetik

Inilah Kisah Giulia Tofana, Sang Penjual Racun Indah yang Memakan 600 Korban
Make Up Beracun – Long Hair Care Forum

Selain memiliki ketertarikan yang lebih terhadap ramuan obat-obatan, Giulia Tofana juga memiliki ketertarikan terhadap bidang kosmetik. Hal tersebut dituangkan olehnya melalui dibangunnya bisnis kosmetik yang cukup terkenal di abad ke-17.

Selain itu fungsi dari bisnis kosmetik ini untuk menutupi penjualan produk utama dari Giulia Tofana. Sehingga tidak ada satupun orang yang akan curiga terhadap aktivitas jual beli yang terjadi di toko Giulia Tofana.

Aqua Tofana yang Menelan Banyak Korban

Aqua Tofana merupakan racun yang sangat kuat dan membuat para korbannya mati secara perlahan tanpa diketahui.

Sebab aqua tofana tidak memiliki warna, aroma, atau bahkan rasa, membuatnya sama sekali tidak terdeteksi keberadaannya oleh si korban. Aqua tofana ini sendiri terdiri atas tiga bahan yaitu arsenic, timah dan belladonna.

Membuat semuanya semakin menarik adalah botol yang digunakan Giulina Tofana terhadap aqua tofana dimana ia tidak menggunakan botol mengerikan atau membuat seseorang curiga terhadap isi yang ada di dalam botol tersebut.

Ia menggunakan botol yang sangat cantik seperti tempat kosmetik. Botol yang sangat cantik tersebut ditaruh bersamaan dengan kosmetik yang berada di tempat berhias.

Membuat siapapun termasuk sang suami tak akan curiga bahwa botol cantik tersebut adalah racun yang suatu saat akan mencabut nyawanya. Penjualan aqua tofana ini sangatlah beresiko sehingga dalam bertransaksi Giulia Tofana sangatlah berhati-hati.

Setiap pembeli yang akan membeli aqua tofana ini memiliki kode rahasia dan sebelum ia memberikan racun tersebut maka Giulia Tofana akan mengecek dengan ketat background dari pembeli tersebut.

Seperti dari mana asal mengetahui tempat ini atau siapa yang merekomendasikan perempuan tersebut dan masih banyak lagi. Dalam proses jual beli Giulia Tofana dibantu oleh anak perempuannya dan sejumlah karyawan.

Botol Aqua Tofana
Botol Aqua Tofana

Penggunaan aqua tofana hanya cukup menggunakan 4 kali dosis saja dan dapat dituangkan pada wine atau bahkan sup.

Pada dosis pertama sang suami hanya akan merasakan gejala flu saja sehingga dokter yang akan memeriksa korban pun memberikan kesimpulan bahwa korban mengalami demam biasa serta memberikan beberapa obat.

Pada dosis kedua akan mengalami dehidrasi, diare, perut panas, dan sesak, pada dosis ketiga korban akan merasakan penyakitnya lebih parah dari sebelumnya.

Dosis keempat atau terakhir tersebut korban akan meninggal.

Racun ini menjadi jalan yang paling dipilih oleh para istri sebab memiliki jeda waktu untuk suaminya bertobat dan menuliskan warisan untuk istrinya yang berbakti pada sang suami.

Akhir Kehidupan Giulia Tofana yang Konyol

Kisah pembunuhan yang dilakukan Giulia Tofana sebagai penjual racun aqua tofana yang sangat mematikan tersebut berakhir dengan sesuatu yang sangat konyol.

Salah satu pembeli dari Giulia Tofana membatalkan niatnya ketika sang suami akan memakan sup buatannya.

Kepanikan terlihat dari wajah sang istri membuatnya suaminya mencurigai sesuatu yang berada di dalam sup tersebut, melalui paksaan yang cukup keras hingga akhirnya sang istri mengakuinya.

Giulia Tofana yang mendengar kabar tersebut sangat kecewa dengan perbuatan yang dilakukan perempuan tersebut kemudian ia menyembunyikan diri ke dalam suatu gereja.

Tak butuh waktu lama, iapun diusir dari gereja akibat kabar simpang siur yang terjadi bahwa Giulia Tofana meracuni sungai di Italia. Berakhir lah ia dengan bertemu ajalnya melalui hukuman yang ditentukan.

Kesimpulan

Pembunuhan yang terjadi tersebut selesai dengan jumlah korban sebanyak 600 orang melalui suatu kekonyolan yang dilakukan oleh pembelinya yang tidak siap untuk membunuh sang suami.

Entah hal ini merupakan sesuatu yang dibenarkan atau tidak sebab pemicu terjadinya pembunuhan, yaitu akibat perbuatan kejam sang suami terhadap istrinya. Juga ketidaksanggupan para istri untuk mempertahankan suami disamping kemudian memilih status janda.

Satu hal yang pasti dan jelas alasan apapun yang namanya pembunuhan adalah sesuatu yang salah dan tidak akan pernah dibenarkan jalan tersebut diambil.

Bagi yang tertarik dengan cerita-cerita sejarah Bicara Indonesia akan selalu menghadirkan kisah-kisah yang menyegarkan dan mungkin jarang untuk kamu ketahui.

Jangan lupa untuk selalu kunjungi Bicara Indonesia untuk dapat update cerita-cerita sejarah yang menarik didalamnya.

Sumber :

  • Giulia Tofana, Pebisnis yang Mencampur Kosmetik dengan Racun untuk ‘Bantu’ 600 Wanita Lain Bunuh Suami Mereka – Intisari Online
  • History‚Äôs Most Prolific and Deadly Female Poisoner Helped Women get Rid of their Husbands – History Collection
  • Aqua Tofana – Wikipedia
  • Meet Giulia Tofana: The 17th-Century Professional Poisoner Said To Have Killed 600 Men – ati
  • Kisah Giulia Tofana, Wanita Penjual Racun Pembunuh Suami – Kumparan