Planet Mars Ukuran Besar
Planet Mars Menjadi Alternatif Kuburan Para Astronom

Planet Mars – Pernah membayangkan manusia yang tewas di luar angkasa? Mungkin teman Bicara punya pertanyaan yang sama. Bagaimana cara pemakaman mereka? Apakah perlu dikembalikan ke bumi dulu? Eitss, planet tetangga Bumi kita bisa dijadikan alternatif pemakaman para astronom, loh!

Mars tengah menjadi perhatian dunia setelah penyebutannya sebagai planet pengganti Bumi. Tak sedikit yang berpikir Planet Merah ini mampu menjadi tempat tinggal kedua kita. Jika dapat dikatakan demikian, banyak orang kemudian beranggapan planet ini bisa dijadikan tempat pemakaman.

Meskipun Dekat, Perjalanan ke Mars Memakan Waktu Lama

Meskipun sifatnya sebagai tetangga dekat Bumi, perjalanan menuju ke Mars membutuhkan waktu yang lama. Menurut penelitian ilmuwan, waku untuk pergi ke Mars bisa mencapai 6-9 bulan. Bahkan, ada yang mengatakan hingga hitungan tahun lamanya.

Seperti yang kita ketahui, Mars termasuk salah satu planet yang letaknya berdekatan dengan Bumi. Meskipun jarak bumi dan mars itu dekat jika di banding dengan planet lain, tetapi tetap saja jaraknya jauh jika di tempuh dengan alat dan teknologi yang sekarang dimiliki.

Sepanjang perjalanan tersebut, berbagai risiko bisa terjadi. Terlebih lagi kondisi dunia luar angkasa yang masih menjadi misteri.

Kemungkinan meninggal dunia saat di perjalanan tidak pernah ada yang menduga. Jika hal ini terjadi, jenazah orang tersebut akan dibuang melalui pintu khusus di pesawat (airlock).

Cara ini merupakan cara yang paling mudah dilakukan. Adapun jika jarak memungkinkan, jenazah tersebut akan dikubur di Mars.

Ketika Manusia Meninggal di Mars

Berbeda cerita ketika astronom meninggal di Mars. Planet tersebut justru dijadikan tempat alternatif pemakaman para astronom. Daripada menempuh perjalanan sangat lama menuju Bumi, mengubur jenazah di planet tersebut menjadi pilihan yang tepat. Tidak hanya mengubur manusianya, benda-benda milik orang tersebut juga disertakan.

Analogs LLC, salah satu perusahaan antariksa menyebutkan jika manusia meninggal di Mars, mereka akan diberikan pakaian khusus. Pakaian ini terdiri dari 4 lapisan. Setiap lapisan bersifat biodegradable, yakni sifatnya bisa terurai dan hancur. Pakaian ini terbuat dari bahan protein ulat sutra sehingga terasa ringan.

Penelitian Kematian di Mars

Perlakuan terhadap jenazah yang dibuang melalui airlock banyak ditentang karena dinilai tidak sesuai hak asasi manusia. Para peneliti kemudian mencari solusi terbaik untuk menangani kasus kematian di luar Bumi. Salah satunya digunakan pakaian khusus ciptaan lembaga Analogs LLC.

Pakaian tersebut memungkinkan tubuh astronom dapat terurai tanpa menimbulkan limbah sintetis tambahan. Cara ini kemudian diikuti dengan proses daur ulang tubuh manusia. Tubuh dibuat kompos yang kemudian diubah kembali menjadi bahan baku.

Meskipun belum ada keterangan detail bagaimana alternatif pemakaman para astronom di Mars, tetapi berbagai sumber informasi menyebut cara ini mengadopsi konsep medis dan pertanian. Adapun berdasarkan konsep tersebut, protein kemudian dilarutkan ke dalam tubuh.

Hasil pelarutan ini akan menyisakan cairan dan tulang. Sejumlah penelitian menunjukkan cairan ini akan digunakan sebagai nutrisi pertumbuhan tanaman di Mars. Namun, hingga kini visi tersebut belum diwujudkan.

Sebelum adanya penelitian ini, diperkirakan tubuh manusia yang meninggal di Mars kemungkinan akan menjadi mumi. Sebab, Planet Merah tersebut tidak memiliki bakteri pembusukan tubuh. Sebaliknya justru tanah Mars menyebabkan radiasi.

Bagaimana Jika Meninggal di Luar Angkasa?

astronot
astronaut via NASA.

Sampai saat ini, manusia yang meninggal selama perjalanan ke luar angkasa sudah cukup banyak jumlahnya. Sebagian merupakan ilmuwan NASA yang disebutkan sebanyak 14 orang.

Selain mengenakan pakaian khusus dan dikubur di Mars, astronom yang meninggal dunia di luar angkasa ternyata bisa dikirim kembali ke Bumi menggunakan pesawat kargo luar angkasa. Akan tetapi, cara ini hanya dapat dilakukan dalam rangka misi ke ISS, stasiun luar angkasa internasional.

Hal tersebut mungkin dilakukan karena perjalanan dari ISS ke Bumi hanya membutuhkan waktu hitungan jam saja.

Cara khusus lain yang dapat dilakukan ialah tubuh manusia yang meninggal dibiarkan tetap dalam baju luar angkasa. Saat mengambang di luar angkasa, kondisi itu memungkinkan berbagai mikrometeorit menabrak tubuh astronom.

Hal tersebut menyebabkan paparan vakum menguapkan darah dan air dalam waktu 10 detik saja. Kemudian tubuh astronom akan membengkak dan paru-parunya juga hancur.

Selain itu alternatif pemakaman para astronom dapat dilakukan dengan cara pembekuan dan kremasi. Teknik pemakaman yang dikembangkan NASA ini membekukan jenazah lebih dahulu.

Setelah itu, tubuh astronom dikremasi hingga menjadi abu es. Dari total berat yang mencapai 90 kilogram, tubuh astronom hasil kremasi ini ini hanya tersisa 20 kilogram dalam bentuk tumpukan abu es. Sisa inilah yang bisa dibawa menuju Bumi.

Cara terakhir adalah dengan membiarkan tubuh astronom tetap berada di luar angkasa. Hal ini dilakukan dengan memberikan roket kecil. Roket ini berjalan sesuai orbit ISS. Lama kelamaan roket tersebut akan kembali ke atmosfer Bumi bak meteor menembus Bumi. Setelahnya dapat dipastikan kondisi roket menjadi hancur.

Kesimpulan

Tidak sedikit astronom yang tewas dalam perjalanan ke luar angkasa. Mars bisa menjadi tempat alternatif pemakaman mereka. Dengan menjadikan manusia sebagai mumi, cara tersebut cukup aman diterapkan.

Terlebih lagi telah diciptakan pakaian khusus yang terbuat dari sutra sehingga terasa ringan. Melalui pakaian khusus ini, tubuh manusia akan terurai seluruhnya tanpa menimbulkan limbah tambahan. Cara ini dinilai yang paling sesuai dengan HAM.

Selain itu, terdapat beberapa perlakuan terhadap jenazah manusia yang meninggal di Mars. Di antaranya yakni tetap dibiarkan mengambang di luar angkasa, dilakukan pembekuan dan kremasi, serta diberikan roket kecil yang mengorbit ISS.

Info astronomi memang menarik. Oleh karena itu, tetap ikuti update kami seputar cerita astonomi lainnya ya!

Sumber

  • Jika Manusia Meninggal di Mars, Seperti Ini Proses Pemakamannya – Harapanrakyat.com
  • Jika Meninggal di Luar Angkasa, Ini 5 Perlakuan Pada Tubuh Astronot – hitekno.com