Teman Teman, pernahkah kalian bertanya tanya seperti apa kehidupan astronot di luar angkasa? Hmm, pasti menarik ya mengingat di luar angkasa tidak ada gravitasi dan semua persediaan mereka untuk hidup serba terbatas.

Dan asal kalian tahu, ternyata ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan astronot di luar angkasa loh guys. Mungkin jika di Bumi hal ini cukup biasa. Tapi, tidak jika kita sedang berada di luar angkasa. Apa saja? simak pembahasannya ya.

Astronot Tidak Boleh Menangis

Kedengarannya memang sepele, tapi astronot di luar angkasa, mereka tidak boleh menangis. Inilah yang dikatakan astronot asal Kanada, Chris Hadfield. Di luar angkasa, ketika mereka menangis, air mata yang keluar akan berubah menjadi cairan yang sangat lengket, bahkan akan terasa nyeri. Air mata pun tidak jatuh ke bawah seperti di Bumi, tetapi melayang-layang di udara.

Minum Soda dan Makan Roti

Hal yang Tidak Bisa Dilakukan Astronot di Luar Angkasa

Hal sepele lain yang tidak bisa dilakukan oleh astronot di luar angkasa adalah minum soda dan makan roti. Remah-remah roti yang terjatuh dikhawatirkan akan merusah peralatan yang ada di dalam pesawat. Minuman bersoda juga dilarang karena di ruang hampa minuman bersoda akan menguap menjadi gas saat botolnya dibuka.

Tentunya kalian tahukan seberapa bahayanya gas yang ada di dalam pesawat luar angkasa? Yap, jika tekanan dari gas ini semakin besar, bisa menyebabkan ledakan.

Menulis dengan Pena Biasa

Astronot di luar angkasa juga tidak bisa menulis dengan pena biasa. karena, tinta pena yang dibawa dari Bumi membutuhkan gravitasi untuk turun ke bawah dan digoreskan di atas kertas.

Pada tahun 1965, perusahaan bernama Fisher Pen Company membuat pena khusus yang tabungnya diberi tekanan oksigen sehingga pena tersebut masih bisa bekerja di bawah keadaan yang tidak normal seperti suhu ekstrim dan di bawah air.

Tidur dengan Jadwal Normal

Jika biasanya manusia tidur saat matahari terbenam dan bangun saat matahari terbit, hal tersebut tidak berlaku di luar angkasa. Seorang astronot bisa melihat matahari terbenam lebih dari 10 kali dalam 24 jam. Untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut, astronot yang akan dikirim ke dalam misi akan diberi pelatihan tidur khusus.

Minum Alkohol

Minuman alkohol dilarang keras di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Tidak ada alasan ilmiah untuk hal tersebut. Larangan ini dibuat secara resmi oleh NASA karena sebab yang lebih politis dan kultural. Keberadaan alkohol di luar angkasa dianggap tidak pantas.

selain tidak pantas juga untuk membawa minuman seperti itu ke luar angkasa sangat tidak efisien, bahkan air di luar angkasa lebih berharga daripada minuman seperti itu.

Berhubungan Intim

Di luar angkasa, astronot tidak dapat melakukan hubungan intim. Tidak pernah ada larangan khusus mengenai ini, namun juga tidak pernah ditemukan kejadian seperti ini di sepanjang sejarah.

Berhubungan intim di luar angkasa sangat sulit karena astronot tidak memiliki kamar khusus. Selain itu mereka juga memiliki beban kerja berat, dan tidak adanya gravitasi.

Mandi dan Membersihkan Diri

Seluruh sumber daya, khususnya air, harus digunakan sehemat mungkin di luar angkasa. Oleh karena itu, mandi adalah hal yang sangat mustahil dilakukan di luar angkasa. Jika ingin membersihkan diri, astronot akan mengumpulkan air dari kelembaban yang ada di udara. Bahkan urine yang dikeluarkan manusia juga akan diolah lagi menjadi air yang bisa diminum.

Merasakan Rasa Makanan

Bukan rahasia lagi jika astronot tidak bisa makan dengan normal di luar angkasa. Namun bukan itu satu-satunya kesulitan mereka. Selain tidak bisa makan dengan normal, para astronot yang pernah melakukan misi mengatakan mereka mulai kehilangan indera perasa. Hal ini disebabkan tidak adanya gravitasi membuat darah mengalir lebih banyak ke kepala dan menyumbat rongga hidung.

Buang Air Besar

Peggy Whitson, astronot yang menghabiskan 665 hari di luar angkasa mengatakan bahwa BAB bisa menjadi misi yang menantang. Rasanya seperti akan menembak target yang sangat kecil Saat BAB pun mereka harus hati-hati karena kotoran yang dikeluarkan bisa melayang di udara.

waduh enggak kebayang tuh salah ngeluarin kotoran atau tidak tepat sasaran bisa bisa kotoran para astronot ini mengambang mengudara di angkasa.

Kesimpulan

Hidup di stasiun luar angkasa bukan perkara mudah. Para astronot mempertaruhkan hidup mereka untuk melakukan misi tersebut agar kita bisa terus mendapatkan pengetahuan terbaru tentang alam semesta. Menurut kalian, seberapa besar kontribusi astronot untuk ilmu pengetahuan? Share pendapat kalian lewat kolom komentar di bawah ini ya.

By the way terimakasih banyak sudah mampir Bicara. Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan kalian dan membantu kalian menemukan apa yang kalian cari. Jangan lupa Baca topik lain dari Bicara ya Teman Teman.

Sumber :

  • Things Astronaut Can’t Do In Space – Business Insider