Apakah Sinar Kosmik Itu

Hai! Bagaimana kabarmu?

Kembali lagi di Bicara indonesia yang menyajikan banyak sekali konten edukatif terkait astronomi dan tata surya. Setelah sekian lama ini, materi astronomi apa saja yang masih teringat di benakmu? Masih ingatkah kamu apa itu sabuk kuiper? Bisakah kamu membedakan planet dalam dan planet luar? Dan apa saja sih tiga bagian dari tata surya?

Baiklah, sudah dulu ya basa-basinya. Kali ini kita akan membahas sinar kosmik. Pasti, kamu sudah pernah dengar bukan tentang istilah astronomi yang satu ini? Pernah dengar saja bukan berarti sudah mengenal sinar ini. Oleh karena itu, yuk simak bahasan berikut tentang apa itu sinar kosmik.

Tentang Sinar Kosmik

Sinar kosmik adalah salah satu istilah sains dari bidang ilmu astrofisika. Sinar ini adalah sinar yang terbentuk dari adanya radiasi. Tak sembarang radiasi, sinar kosmik bisa ada karena adanya radiasi dari partikel berenergi tinggi yang asalnya ada di luar atmosfer bumi. Kalau begini, bisa kita simpulkan bahwa sinar kosmik tidak bisa ada kalau energi asalnya rendah, ya.

Penyusun Sinar Kosmik

Setelah mengerti sinar kosmik ini wujudnya apa, pasti kamu juga bertanya-tanya apa sih yang menyusun sinar ini bukan?

Ya, sinar kosmik sendiri bisa disusun oleh berbagai hal. Sampai sekarang diketahui bahwa sinar kosmik ini bisa berupa kumpulan inti atom unsur, elektron, bisa juga berupa kumpulan proton. Tunggu tunggu, kamu sudah bisa membedakan proton dan elektron bukan?

Kalau kamu lupa atau belum mengetahuinya, proton dan elektron adalah unsur dari sebuah atom. Proton bermuatan positif, sedangkan elektron bermuatan negatif. Sebenarnya, muatan dari atom sendiri ada 3, yaitu proton, elektron, dan neutron. Neutron sendiri dikatakan sebagai sub atom yang bermuatan netral.

Oke, kembali lagi ke sinar kosmik. Sinar kosmik bisa ada biasa karena sesuatu hal yang terjadi di antariksa yang berenergi besar. Salah satu contoh aktivitas di luar angkasa yang berenergi besar adalah supernova.

Sinar kosmik ini tidak berdiam diri di tempat loh! Ia melakukan perjalanan dan bahkan berinteraksi dengan medium antar bintang di luar angkasa sana. Bahkan sinar kosmik ini juga bisa berinteraksi dengan atmosfer bumi.

Loh? Bisa ke bumi dong berarti?

Tentu bisa. Telah diketahui bahwa sinar kosmik yang sampai ke bumi berbentuk proton sebesar 90%, sisanya yaitu 9% berbentuk partikel alfa saat sampai bumi, dan sisa lainnya yang sebesar 1% berbentuk partikel elektron.

Asal Mula Sinar Kosmik

Ada fakta menarik tentang sinar kosmik ini yang harus kamu tahu! Rupanya sebuah penelitian telah dilakukan selama setengah abad untuk menemukan jawaban dari sebuah pertanyaan.

Pertanyaan itu adalah, dari mana asalnya sinar kosmik ini? Apakah dari galaksi kita sendiri atau justru dari luar galaksi kita? Hmm, apakah kamu mau menebak jawabannya?

Jawabannya adalah, sinar kosmik telah diteliti berasal dari luar galaksi kita, galaksi Bimasakti. Para astronom ini bisa tahu hal ini caranya bagaimana ya?

Tidak apa-apa kalau terbesit di pikiranmu akan pertanyaan ini, karena kamu juga akan menemukan jawabannya!

Para astronom dan peneliti telah membangun observatorium khusus yang ukurannya raksasa untuk meneliti dari mana asal sinar kosmik ini. Keren, ya!

Observatorium Khusus Untuk Meneliti Sinar Kosmik

Nah, tadi kan kita sudah katakan bahwa telah dibangun observatorium khusus untuk meneliti ini. Supaya paham betul, kamu juga harus mengetahui bagaimana sih wujud observatorium ini? Dan ada dimana letaknya?

Observatorium khusus yang telah sengaja dibangun untuk meneliti benda angkasa yang sangat langka ditangkap oleh satelit Bumi ini terletak di Negara Argentina. Dinamakan “Pierre Auger”, observatorium ini dibangun hingga seluar 3000 kilometer persegi. Saking besarnya, Pierre Auger bisa menampung sebanyak 1600 detektor di dalamnya.

Penelitian yang dilakukan oleh sebanyak 400 peneliti yang berasal dari 18 negara rupanya tidak bisa memberikan kepastian secara pasti dimana asal sinar kosmik ini. Ya, mereka hanya bisa memastikan sinar kosmik ini berasal dari luar galaksi Bimasakti.

Salah satu peneliti dari temuan ini, Dr. Jose Bellido menyatakan bahwa mungkin sinar kosmik ini berasal dari sebuah aktivitas kosmik yang ekstrim. Beliau juga menilai mungkin sinar ini terjadi akibat aktivitas yang ada di lubang hitam supermasif. Bahkan bisa juga terjadi karena adanya guncangan yang besar antar galaksi di luar sana.

Wah, seru sekali ya! Semakin kamu tahu segala yang ada di antariksa, semakin banyak juga ilmu pengetahuan kamu!