Terbuat dari Apa Sih Tata Surya Itu

Halo semuanya, selamat datang untuk kalian yang baru pertama kali landing di channel bicara dan selamat datang kembali untuk kalian yang sudah menjadi pengikut setia konten channel bicara. Sebagai channel yang informatif, tentunya kami sudah merangkum info dan fakta menarik seputar astronomi dan alam semesta. Kali ini kira-kira kita mau bahas apa ya?

Hehe seperti yg udah ada di judul ya, kita akan membahas terbuat dari apa sih tata surya dan komponen utamanya. Nah sebelum kita bahas, ada baiknya kalau kamu klik tombol subscribe dulu ya karena dengan klik tombol subscribe sama aja kamu udah memberi semangat untuk kreator dalam membuat dan update konten di channel bicara. Jangan lupa juga klik icon lonceng jadi kamu nggak akan ketinggalan konten terbaru yang kita upload.

Pembentukan Tata Surya

Oke deh langsung aja, pasti udah pada nggak sabar ya. Jadi tata surya itu memiliki komponen utama matahari sebagai pusat orbit dan delapan planet yang mengelilinginya pada orbitnya masing-masing. Setiap objek dan planet yang ada pada tata surya mengelilingi matahari berlawanan arah jarum jam loh jika diamati dari arah kutub utara atas matahari, kecuali komet Halley. Sebagai titik fokus pada tata surya, matahari tentunya sangat berpengaruh terhadap pergerakan objek-objek disekitarnya.

Salah satunya yaitu objek yang memiliki jarak cukup dekat dengan matahari memiliki jumlah tahun yang lebih pendek. Jarak terdekat antara objek dan matahari disebut perihelion.

Pada orbit ini pula terjadi pergerakan objek paling cepat. Sedangkan jarak terjauh antara objek dengan matahari disebut aphelion dimana pergerakan objek terjadi paling lambat. Setelah diamati, bentuk orbit planet yang mengelilingi matahari cenderung lingkaran loh, sedangkan orbit komet dan objek kecil lainnya cenderung berbentuk elips.

Komponen Tata Surya

Setelah membahas tentang matahari, kini kita beralih ke komponen utama lainnya dari tata surya yaitu planet. Pengertian planet yaitu benda langit yang tidak memiliki sumber cahayanya sendiri. Kira-kira jaman kamu sekolah SD waktu mata pelajaran IPA, berapa jumlah planet yang kamu pelajari? Kalau ada 9, waktunya kamu update.

Jadi planet yang ada di sistem tata surya saat ini hanya ada delapan ya. Apa aja tuh? Yap, ada Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Trus Pluto udah nggak ada lagi ya? Masih kok, hanya saaja Pluto tidak termasuk sebagai planet inti, melainkan planet kerdil dikarenakan ukurannya yang sangat kecil dan orbitnya cukup jauh dari matahari. Adapun planet kerdil lainnya seperti Ceres, Eris, Asteroid, Komet, Meteoroit-meteor-meteorit.

Dari delapan planet inti tersebut, selanjutnya dikategorikan menjadi planet dalam (internal) dan planet luar (eksternal). Planet dalam yaitu planet-planet yang memiliki jarak cukup dekat dari matahari. Anggota dari planet dalam yaitu Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Selanjutnya, planet Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus masuk kategori planet luar karena jaraknya sudah cukup jauh. Antara planet luar dan dalam dipisahkan oleh sabuk asteroid antara Mars dan Yupiter. Asteroid tersebut berjumlah jutaan dan berbentuk melingkar mengelilingi matahari.

Faktanya dari sekian banyak planet yang ada di tata surya, hanya Bumi yang bisa menjadi tempat tinggal manusia. Dengan demikian, banyak sekali peneliti dan ilmuwan yang menguji apakah ada tanda-tanda kehidupan di planet lain selain bumi. Mungkin kalau udah bosen tinggal di bumi jadi bisa pindah ke planet lain ya. Becanda deh.

Berawal Dari Hal Kecil

Oke next yuk, karena sesungguhnya hal yang besar berawal dari hal yang kecil jadi mari kita bahas juga dong planet-planet kecil yang ada di tata surya. Jadi planet-planet kecil ini sebenarnya ada kok, namun karena orbitnya yang tidak jelas menyebabkan keberadaannya seperti kurang berarti diantara planet-planet lainnya gitu. Kehadiran planet-planet kecil ini tetap menghiasi tata surya dengan keunikannya masing-masing.

Seperti asteroid yang berbentuk seperti gumpalan batuan kecil dengan jumlah yang sangat banyak serta orbit yang tidak jelas, sehingga sangat mungkin asteroid ini jatuh ke planet-planet lain. Selain itu ada juga komet yang berevolusi pada matahari dengan bentuk orbit lonjong. Yang paling familiar dengan bumi yaitu meteor tapi sebenarnya meteor meteor memiliki istilah yang berbeda-beda loh berdasarkan posisinya.

Selama posisinya di luar bumi dan hanya melintasi bumi maka istilahnya disrbut meteoroit. Lalu kalau posisinya masuk dan terbakar habis di atmosfir maka disebut meteor. Dan untuk yang berhasil lolos masuk dan mendarat di permukaan bumi bisa disebut meteorit

Wah seru banget ya pembahasan kita kali ini. Terima kasih banyak untuk kalian yang sudah membaca sampai habis. Jangan lupa komen terkait pendapat kamu. Share juga ke media sosial kamu biar teman-teman kamu juga bertambah wawasannya seputar astronomi dan ilmu pengetahuan lainnya. Sampai jumpa di cerita menarik selanjutnya.

Sumber: