Apa Yang Akan Terjadi Jika Bulan Menghilang

Well, well, well. Apa kabar semuanya? Kembali lagi di channel Bicara, yang pastinya selalu menghadirkan video pengetahuan menarik buat kalian semua. Di video kali ini channel Bicara akan membahas tentang Bulan. Hmm, ada apa dengan Bulan?

Seperti kita tahu, Bulan adalah satu-satunya satelit alam yang dimiliki Bumi. Bulan selalu setia mendampingi Bumi dalam kondisi apapun lho. Jarang banget kan Bulan menghilang dari langit malam? Nah, saking terbiasanya kita melihat Bulan, pernahkah kalian berpikir gimana ya nasib Bumi dan semua kehidupan di dalamnya tanpa Bulan? Bagaimana jika suatu saat Bulan meledak dan tidak lagi menjadi satelit Bumi? Daripada penasaran, yuk kita tonton aja video ini.

Bulan adalah bagian dari Bumi

Asal kalian tahu, Bulan tidak tercipta begitu saja lho. 4 miliar tahun yang lalu ketika Bumi masih seumur jagung, ia melintasi alam semesta tanpa siapa-siapa. Sampai pada suatu hari ada obyek luar angkasa bernama Theia, yang seukuran dengan planet Mars datang menghantam Bumi.

Tabrakan tersebut membawa bencana besar, membuat planet Bumi terpecah. Untungnya, ada hikmah di balik itu semua. Pecahan besar planet Bumi terpisah dari induknya dan menjelma menjadi Bulan. Sejak saat itu, Bulan selalu setia mendampingi Bumi setiap saat.

Ibarat pacar, Bulan hadir melengkapi Bumi

Tanpa adanya Bulan, Bumi tidak akan ada apa-apanya. Mustahil kehidupan di Bumi bisa berjalan tanpa ada Bulan di sampingnya. Tidak percaya?

Semua kehidupan di Bumi bersumber dari lautan. Tanpa laut yang memberi air dan udara, makhluk hidup tidak akan mampu bertahan. Terus, apa hubungannya dengan Bulan?

Gravitasi Bulan sangat berpengaruh terhadap Bumi

Sama seperti Bumi, Bulan juga punya gravitasi sendiri. Gravitasi Bulan sangat mempengaruhi Bumi, terutama bagian perairan. Dengan adanya gravitasi Bulan, air di laut dan samudera bisa mengalami pasang surut dan melahirkan ombak. Meski pembentukan ombak juga dipengaruhi Matahari, namun kekuatannya tidak sebesar Bulan. Selain itu, jarak Bumi ke Matahari 400 kali lipat lebih jauh dari jarak Bumi ke Bulan.

Ketika Bulan menghilang, manusia akan langsung merasakan dampaknya

Gravitasi Bulan menyebabkan naiknya ombak besar di tengah samudera setinggi 500 cm ke arahnya. Sementara gravitasi matahari juga menyebabkan ombak di lautan naik dan tertarik ke arahnya. Saling tarik-menarik air laut antara Bulan dan Matahari adalah keseimbangan yang menahan air di lautan tidak lari dan membanjiri daratan.

Nah, jika Bulan menghilang, keseimbangan tersebut rusak dan akibatnya, sebanyak 115.500 meter kubik air laut yang tadinya ditahan oleh Bulan akan lepas dan membentuk ombak mahabesar yang tidak pernah dilihat umat manusia sebelumnya.

Tsunami dahsyat akan melanda Bumi

Jangan dikira kalau Bulan menghilang kita masih bisa tidur nyenyak ya. Akibat serangan ombak besar itu, tsunami dahsyat akan melanda seluruh dunia. California, bagian selatan Afrika, Australia, Asia Tenggara, India, dan Eropa Barat akan tersapu oleh ombak. Itu termasuk Indonesia juga lho! Waduh, nggak selamat dong kita.

Seperti di film Avengers, sebagian besar manusia akan punah

Kalian sudah nonton film Avengers: Infinity Wars belum? Di akhir cerita, Thanos di musuh bebuyutan para superhero Bumi berhasil memusnahkan separu umat manusia dengan jentikan jarinya. Ini juga yang akan terjadi kalau Bulan sampai menghilang.

Hanya dalam satu sapuan ombak, ¾ bagian dunia akan musnah. Tidak berhenti sampai di situ, serangan ombak ini memicu gempa bumi dan letusan gunung berapi. Bencana dahsyat tersebut akan memakan setidaknya 1 miliar nyawa manusia.

Bisakah Bumi kembali seperti sedia kala?

Setelah bencana besar yang melanda Bumi, mustahil kehidupan bisa kembali seperti semula. Bumi dapat berputar secara konstan karena dipengaruhi Bulan. Tanpa adanya Bulan, kemiringan Bumi menjadi tidak menentu dan perubahan musim tidak dapat diperkirakan.

Selama ini, Bulan yang bertugas mengatur pergantian musim dan menjaga Bumi agar tidak berubah derajat kemiringannya. Ketika semua itu tidak teratur, maka Bumi akan berputar 2 kali lebih cepat. Lama-kelamaan, suhu Bumi terus menurun dan seluruh permukaannya tertutup es. Jika sudah begini, Bumi bukan lagi tempat untuk ditinggali.

Kesimpulan

Untungnya, hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda Bulan akan meledak dan menghilang. Pembahasan tadi bukan untuk menakut-nakuti kalian ya guys. Tapi sebagai informasi agar kalian semua paham bahwa Bulan bukan sekedar satelit untuk Bumi. Peranan Bulan sangat besar, sehingga tanpa Bulan Bumi tidak akan pernah sama lagi.

Gimana video barusan, menarik sekalian kan? Nah, sekian dulu ya pembahasan tentang Bulan. Jangan lupa tonton terus video lain dari channel Bicara yang selalu menarik dan informatif. Oh iya, jangan lupa tekan tombol subscribe-nya ya bagi yang belum karena video selanjutnya akan ada video astronomi dan sains terakhir Terima kasih sudah menonton video in sampai habis. dan sampai jumpa kembali di video berikutnya hanya di channel bicara!

Sumber

What If the Moon Disappeared Right Now? | Youtube (Diakses pada 22 Maret 2019)